Lingkungan Hidup

Pemetaan DPUPR, Erosi Jadi Pemicu Banjir Lumpur Kali Paron

7
×

Pemetaan DPUPR, Erosi Jadi Pemicu Banjir Lumpur Kali Paron

Share this article
Erosi kawasan hulu Sungai Paron melalui tangkapan udara. (Foto: Sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id – Hasil pemetaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu mengungkap adanya kerusakan serius di kawasan hulu Sungai Kali Paron.

Kondisi tersebut diduga kuat menjadi penyebab terjadinya banjir lumpur yang sempat melanda wilayah hilir beberapa waktu lalu.

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyebut banjir lumpur bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan sinyal kuat adanya gangguan pada sistem daerah aliran sungai (DAS). Secara hidrologis, fenomena tersebut menunjukkan proses degradasi lingkungan yang berlangsung di sepanjang Kali Paron, khususnya di wilayah hulu.

“Banjir lumpur adalah indikator visual dari terganggunya sistem hidrologi. Ini umumnya berakar dari persoalan di kawasan hulu DAS,” ujar Alfi, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil pemetaan teknis, DPUPR menemukan tingkat erosi tanah yang cukup tinggi. Tanah dari lereng dan kawasan atas terbawa aliran air hujan, lalu mengendap sebagai sedimen dalam jumlah besar di badan sungai.

“Volume lumpur yang terbawa aliran menunjukkan erosi yang sudah parah. Ini menandakan kemampuan tanah menahan air dan sedimen terus menurun,” jelasnya.

Selain faktor erosi, pemetaan juga mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan sebagai penyumbang utama kerusakan DAS. Berkurangnya tutupan vegetasi alami di wilayah hulu menyebabkan air hujan tidak terserap maksimal ke dalam tanah.

“Alih fungsi lahan dan menurunnya vegetasi memperbesar limpasan permukaan. Air hujan langsung mengalir ke sungai sambil membawa material tanah,” kata Alfi.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya volume dan kecepatan aliran sungai saat hujan deras, sehingga daya rusak air semakin besar dan memicu banjir lumpur di wilayah hilir.

“Peristiwa banjir lumpur kemarin menegaskan bahwa fungsi alami DAS Kali Paron tidak bekerja optimal. Kesehatan lingkungannya sedang terganggu,” tegasnya.

Berdasarkan pemetaan DPUPR, kawasan hulu Sungai Kali Paron yang membutuhkan penanganan serius berada di Dusun Rekesan, Dusun Gintung, serta Dusun Cangar, Kelurahan Bulukerto.

“Wilayah tersebut menjadi prioritas dalam upaya pemulihan dan pengendalian kerusakan DAS ke depan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *