Sudutkota.id – Produksi sampah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur mencapai sekitar 530 ton per hari.
Tingginya volume sampah tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
Bupati Jombang Warsubi menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, lingkungan, hingga desa.
Menurut Warsubi, persoalan sampah kini telah menjadi isu strategis yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai sampah tidak lagi sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
“Saat ini, pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R),” ujar Warsubi, Sabtu (18/7/2026).
Untuk menekan produksi sampah, Warsubi mendorong penguatan edukasi masyarakat serta optimalisasi bank sampah di tingkat desa.
Ia berharap mahasiswa dapat berperan sebagai motor penggerak edukasi lingkungan sekaligus menghadirkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di desa.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui kegiatan daur ulang dan pemanfaatan sampah bernilai jual.
“Data hasil pemetaan tersebut akan menjadi informasi berharga bagi Pemerintah Desa maupun Kabupaten dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya.




















