Peristiwa

Terbangun karena Panas, Ravi Selamat dari Kebakaran Rumah di Pakisaji yang Picu Kerugian Rp300 Juta

3
×

Terbangun karena Panas, Ravi Selamat dari Kebakaran Rumah di Pakisaji yang Picu Kerugian Rp300 Juta

Share this article
Terbangun karena Panas, Ravi Selamat dari Kebakaran Rumah di Pakisaji yang Picu Kerugian Rp300 Juta
Petugas Damkar Kabupaten Malang melakukan pemadaman kebakaran rumah di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. (foto: istimewa)

MALANG, Sudutkota.id— Kebakaran menghanguskan sebagian rumah tinggal milik Suhartini (54) di Jalan Raya Kebonagung No. 33, RT 22/RW 04, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (21/8/2026) dini hari. Kebakaran tersebut diduga dipicu obat nyamuk bakar dan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300 juta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (Kabid PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., mengatakan peristiwa itu dilaporkan warga sekitar pukul 03.40 WIB.

“Laporan kami terima pukul 03.40 WIB. Setelah informasi diterima, petugas langsung melakukan penanganan dan unit berangkat sekitar pukul 03.45 WIB,” kata Win Haliem berdasarkan laporan penanganan kebakaran.

Petugas Damkar Kabupaten Malang tiba di lokasi sekitar pukul 03.55 WIB. Penanganan dilakukan Regu 4 dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam, yakni U7 dan U10, serta enam personel.

Menurut Win Haliem, titik awal api berada di kamar lantai dua rumah tersebut. Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang berada di pasar.

Anak pemilik rumah, Ravi (25), yang sedang tidur di kamar lantai dua tiba-tiba terbangun setelah merasakan panas. Setelah mengetahui adanya api, Ravi membangunkan tetangga dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

“Dari informasi yang kami terima, anak pemilik rumah sedang tidur kemudian terbangun karena panas api. Titik sumber api berada di kamar lantai dua dan diduga berasal dari obat nyamuk bakar,” jelasnya.

Warga kemudian menghubungi Damkar Kabupaten Malang. Respons cepat petugas membuat proses pemadaman dapat segera dilakukan. Api akhirnya dinyatakan padam sekitar pukul 05.45 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Korban tersebut adalah Ravi, laki-laki berusia 25 tahun.

Bangunan yang terbakar merupakan rumah tinggal pribadi dengan luas sekitar 60 meter persegi. Kerugian material sementara ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 juta.

Win Haliem mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun, termasuk obat nyamuk bakar. Penggunaan sumber api harus diawasi dan dipastikan benar-benar aman, khususnya ketika penghuni rumah hendak tidur atau meninggalkan rumah.

“Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap sumber api di dalam rumah. Jangan meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” tegasnya.

Dalam kejadian tersebut, kecepatan laporan warga juga menjadi salah satu faktor penting. Laporan masuk pukul 03.40 WIB, unit berangkat pukul 03.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.55 WIB.

Setelah berjibaku hampir dua jam, petugas berhasil memastikan api benar-benar padam pada pukul 05.45 WIB. Seluruh unit dan personel kemudian kembali ke mako/pos sekitar pukul 06.39 WIB.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *