KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Kebakaran melanda sebuah bengkel sepeda motor dan bangunan rumah kosong di Dusun Ngipik RT 18/RW 2, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Senin (5/10/2026) pagi.
Kobaran api menghanguskan bengkel beserta sejumlah bagian bangunan rumah dan menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp350 juta.
Kapolsek Pagelaran, AKP Umarji, S.H., mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, dua saksi, Samsul Arifin dan Muhammad Mahfud, melihat kepulan asap keluar dari bagian atap bengkel sepeda motor milik Fauzi.
“Sekitar pukul 05.00 WIB, saksi melihat kepulan asap yang berasal dari atap bengkel sepeda motor. Saat dicek, kondisi bengkel dalam keadaan kosong,” ujar Umarji saat dikonfirmasi.
Menurutnya, warga kemudian bergerak cepat setelah melihat asap semakin tebal. Sekitar pukul 05.05 WIB, Samsul Arifin menginformasikan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Selanjutnya, warga bersama saksi berupaya memastikan sumber asap yang berasal dari dalam bengkel.
Laporan kemudian diteruskan kepada perangkat Desa Kanigoro sekitar pukul 05.12 WIB. Tiga menit berselang, warga dan saksi yang berada di lokasi terpaksa membuka paksa pintu bengkel karena kondisi bangunan kosong dan asap semakin pekat.
“Sekitar pukul 05.18 WIB, perangkat desa tiba di lokasi dan melihat api sudah membakar bagian atap bengkel. Karena konstruksi atap sebagian terbuat dari kayu, api cepat membesar sehingga langsung dilakukan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran,” jelas Umarji.
Sembari menunggu petugas Damkar Kabupaten Malang, warga berusaha melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Namun, sekitar pukul 05.25 WIB, api semakin membesar dan melalap bagian atap bengkel.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang bersama dua unit mobil pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 05.45 WIB. Penyemprotan langsung dilakukan untuk mengendalikan kobaran api.
Namun, kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau membuat api semakin mudah merambat. Sekitar pukul 05.58 WIB, kobaran api menyambar bangunan rumah yang berada di sebelah timur bengkel.
“Api kemudian merambat ke bangunan rumah yang berada di sebelah timur bengkel. Sebagian besar bagian atap rumah tersebut ikut terbakar,” kata Umarji.
Petugas Damkar terus melakukan penyemprotan hingga sekitar pukul 07.05 WIB. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam sejak tiba di lokasi, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, proses penyemprotan masih dilakukan sekitar pukul 07.20 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dalam kejadian tersebut, bengkel sepeda motor milik Fauzi mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar bangunannya terbakar. Sementara itu, bangunan rumah milik Abdul Kholik yang dalam kondisi kosong juga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terkena rambatan api.
“Untuk korban jiwa nihil. Kerugian materiil sementara diperkirakan sekitar Rp350 juta,” terang Umarji.
Dari hasil pendataan sementara, Fauzi merupakan pemilik bengkel yang sehari-hari berdomisili di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. Lokasi usahanya di Dusun Ngipik berjarak sekitar empat kilometer dari tempat tinggalnya.
Sedangkan bangunan rumah yang ikut terbakar merupakan milik Abdul Kholik, warga Dusun Sipring, Desa Pagelaran. Rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang bekerja di luar negeri.
Umarji menambahkan, dugaan sementara kebakaran berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting pada instalasi listrik di dalam bengkel. Kondisi bengkel yang menyimpan banyak suku cadang atau onderdil sepeda motor serta material yang mudah terbakar diduga membuat api dengan cepat membesar.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek atau korsleting instalasi listrik di dalam bengkel. Di dalam bengkel juga terdapat banyak onderdil sepeda motor dan bahan-bahan yang mudah terbakar sehingga api cepat membesar,” ungkapnya.
Pasca-api berhasil dipadamkan, pemilik bengkel bersama warga langsung melakukan pembersihan lokasi dengan menyingkirkan puing-puing dan sisa barang yang terdampak kebakaran.
Kapolsek Pagelaran menegaskan, personel Polsek Pagelaran telah mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan perangkat desa dan Kecamatan Pagelaran, melakukan pendataan kerugian, serta memastikan penanganan pascakebakaran berjalan.
“Anggota Polsek Pagelaran bersama unsur terkait sudah mendatangi TKP dan melakukan koordinasi serta pendataan. Kami juga terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan situasi aman setelah kebakaran,” pungkas Umarji.




















