Peristiwa

Seorang Pelajar SMP di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

3
×

Seorang Pelajar SMP di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Share this article
Seorang Pelajar SMP di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
Ilustrasi petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Peristiwa duka menyelimuti sebuah keluarga di kawasan Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya pada, Kamis dini hari (4/6/2026).

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026), membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, anggota Polsek Klojen langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Petugas melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan adanya seorang remaja yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah,” ujar Lukman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.20 WIB. Salah seorang anggota keluarga yang terbangun dari tidur mendapati korban tidak berada di kamarnya.

Setelah dilakukan pencarian di sejumlah ruangan rumah, korban berinisial F (15) ditemukan di area kamar mandi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Penemuan tersebut membuat keluarga dan warga sekitar terkejut. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Petugas piket Reskrim Polsek Klojen yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan pemeriksaan awal guna mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tindakan bunuh diri. Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan tidak terdapat unsur lain dalam peristiwa tersebut.

“Untuk sementara hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bunuh diri. Namun penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Lukman.

Dalam proses penanganan perkara, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum terhadap jenazah korban. Pernyataan tersebut telah dituangkan secara tertulis dan diketahui oleh perangkat lingkungan setempat.

Lukman menegaskan, peristiwa ini menjadi perhatian bersama terkait pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental remaja. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak-anak dan remaja. Komunikasi yang baik dalam keluarga sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan kepada keluarga, sahabat, psikolog, tenaga kesehatan, atau layanan bantuan krisis terdekat. Bantuan tersedia dan Anda tidak perlu menghadapinya sendirian.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *