Sudutkota.id – Proyek pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) 08 di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus dikebut.
Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan gratis tersebut mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Hingga akhir Mei 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jombang tercatat telah mencapai 60,58 persen. Sejumlah fasilitas utama kini menjadi prioritas percepatan agar dapat segera digunakan oleh para siswa.
Bupati Jombang, Warsubi bersama Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekdakab Agus Purnomo, para asisten, dan kepala OPD terkait meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut selesai tepat waktu dan siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
“Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah atau masjid, serta fasilitas makan atau kantin untuk anak-anak,” ujar Warsubi, Rabu (20/5/2026).
Selain pembangunan fisik, Pemkab Jombang juga mulai bergerak melakukan penjangkauan calon siswa baru Sekolah Rakyat sesuai arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Menurut Warsubi, Kemensos meminta Pemkab Jombang menyiapkan calon peserta didik untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Pemkab Jombang diminta Kemensos melakukan penjangkauan calon siswa baru Sekolah Rakyat untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas,” ungkapnya.
Program Sekolah Rakyat ini dipastikan gratis sepenuhnya bagi siswa yang diterima. Pemerintah akan menanggung seluruh kebutuhan pendidikan dan fasilitas penunjang lainnya.
Ia menegaskan bahwa fasilitas yang disediakan meliputi biaya pendidikan gratis, asrama, tempat ibadah, makan dan minum harian, hingga perlengkapan sekolah seperti buku dan seragam.
“Harapannya, anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jombang bisa sekolah dengan fasilitas yang baik dan layak karena semuanya sudah disediakan pemerintah secara gratis,” tambah Warsubi.
Sementara itu, Kepala Proyek PT Waskita Karya, Taufik, memastikan pihaknya terus mempercepat pembangunan agar target pemerintah pusat dapat terpenuhi.
“Kami berupaya agar pembangunan selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Target akhir Juni fasilitas inti sudah dapat dioperasionalkan, sedangkan fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi menyebut penjangkauan siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak telantar, anak tidak sekolah, dan anak putus sekolah atau drop out.
“Kriteria kondisi pendidikan ini didahulukan sebagai filter utama penjangkauan sebelum penyaringan tambahan berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi desil 1 dan desil 2,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat mendukung penuh program Sekolah Rakyat agar tujuan pemerataan pendidikan bagi keluarga kurang mampu dapat tercapai.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat Jombang. Fasilitas fisik sudah dipenuhi, namun keberhasilan program ini juga membutuhkan kepercayaan dan keikhlasan keluarga desil 1 dan 2 untuk menitipkan pendidikan anaknya di Sekolah Rakyat,” pungkasnya.




















