Wisata

Pacitan Didatangi Jutaan Wisatawan, Novita Soroti Lama Tinggal dan Belanja Pengunjung

3
×

Pacitan Didatangi Jutaan Wisatawan, Novita Soroti Lama Tinggal dan Belanja Pengunjung

Share this article
Pacitan Didatangi Jutaan Wisatawan, Novita Soroti Lama Tinggal dan Belanja Pengunjung
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini saat mengikuti Workshop Optimalisasi Potensi Pariwisata Daerah sebagai Daya Tarik Tujuan Wisata Perjalanan Insentif (Incentive Trip) di Pantai Ngiriboyo, Pacitan, Jawa Timur.(Foto:sudutkota.id/Staff)

PACITAN, Sudutkota.idKabupaten Pacitan tidak kekurangan objek wisata maupun wisatawan. Persoalannya kini bukan semata bagaimana mendatangkan lebih banyak pengunjung, melainkan bagaimana membuat mereka tinggal lebih lama dan uang yang dibelanjakan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menilai potensi tersebut dapat dikembangkan melalui konsep incentive trip, yakni perjalanan wisata yang dirancang sebagai pengalaman terintegrasi untuk rombongan perusahaan, komunitas, maupun kelompok tertentu.

Dorongan itu disampaikan Novita dalam Workshop bertema “Optimalisasi Potensi Pariwisata Daerah sebagai Daya Tarik Tujuan Wisata Perjalanan Insentif (Incentive Trip)” di Pantai Ngiriboyo dan Desa Wisata Sendang, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Data Dinas Pariwisata yang tercantum dalam Kabupaten Pacitan Dalam Angka menunjukkan kunjungan wisatawan mencapai sekitar 1,3 juta pada 2023. Angka tersebut kemudian tercatat sekitar 1,14 juta pada 2024, dengan 324 wisatawan mancanegara.

Menurut Novita, angka tersebut menunjukkan Pacitan sudah memiliki pasar wisata. Tantangan berikutnya adalah mengubah pola kunjungan agar wisatawan tidak hanya datang ke satu objek, berfoto, kemudian meninggalkan daerah tersebut.

“Pacitan sudah memiliki pasar dan magnet wisata yang nyata. Tetapi pekerjaan kita bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung. Kita harus membuat orang punya alasan untuk datang kembali, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak uangnya di Pacitan,” ujar Novita.

Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan konsep incentive trip dapat menjadi salah satu cara memperpanjang rantai ekonomi pariwisata. Satu perjalanan tidak cukup hanya berisi kunjungan ke objek wisata, tetapi perlu menghubungkan akomodasi, transportasi, kuliner, aktivitas wisata, budaya hingga produk UMKM.

Dengan pola tersebut, uang wisatawan tidak hanya berhenti di pintu masuk destinasi. Hotel, rumah makan, pengemudi, pemandu wisata, pelaku UMKM hingga perajin lokal dapat ikut memperoleh manfaat.

“Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak pintu ekonomi yang terbuka,” tegasnya.

Novita mencontohkan Pantai Klayar yang menjadi salah satu magnet wisata Pacitan dengan sekitar 215 ribu kunjungan pada 2024. Menurutnya, tingginya kunjungan ke satu destinasi seharusnya dapat menjadi pintu untuk mengarahkan wisatawan mengenal destinasi lain di sekitarnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah menyiapkan paket perjalanan yang tidak sekadar mengumpulkan sejumlah objek wisata dalam satu daftar. Paket tersebut harus menawarkan pengalaman yang jelas, termasuk aktivitas, kuliner lokal, budaya, penginapan, transportasi dan produk UMKM.

Promosi juga dinilai perlu bergeser. Novita meminta pelaku pariwisata tidak hanya menjual foto pemandangan, tetapi menunjukkan pengalaman yang bisa diperoleh wisatawan ketika berada di Pacitan.

“Jangan hanya menjual foto pantai yang cantik. Mari kita jual pengalaman bagaimana rasanya menikmati sunrise, kuliner khas, menyusuri Maron, menikmati Goa Gong hingga merasakan kebersamaan dalam perjalanan yang tidak ditemukan di tempat lain,” katanya.

Menurut Novita, pengembangan pariwisata juga harus tetap mempertahankan karakter lokal. Pacitan tidak perlu meniru daerah lain untuk menarik wisatawan karena kekuatan utama daerah tersebut justru berada pada keaslian destinasi dan masyarakatnya.

“Pacitan punya identitas yang kuat. Kita tidak harus menjadi seperti daerah lain. Justru kekuatan kita ada pada keaslian Pacitan,” ujarnya.

Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Pemerintah daerah, kementerian, pelaku industri pariwisata, travel agent, hotel, komunitas, desa wisata, UMKM dan generasi muda perlu menerjemahkan potensi tersebut menjadi paket wisata yang benar-benar dapat dijual.

Dengan begitu, ukuran keberhasilan pariwisata Pacitan tidak hanya dilihat dari berapa banyak orang yang datang, tetapi juga berapa lama mereka tinggal dan seberapa besar manfaat ekonomi yang ditinggalkan bagi masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *