Nasional

Nurwayah Desak Agrinas Palma Tak Sekadar Paparkan Target, DPR Minta Bukti Kinerja Nyata

3
×

Nurwayah Desak Agrinas Palma Tak Sekadar Paparkan Target, DPR Minta Bukti Kinerja Nyata

Share this article
Anggota Komisi VI DPR RI, Nurwayah, saat menyampaikan pandangan dalam rapat dengar pendapat bersama Direksi PT Agrinas Palma Nusantara terkait evaluasi kinerja, roadmap 2026, kemitraan masyarakat, dan dukungan terhadap program swasembada pangan. (Foto: DPR RI)

JAKARTA, Sudukota.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Nurwayah, mengingatkan PT Agrinas Palma Nusantara agar tidak berhenti pada penyampaian target dan roadmap korporasi. Menurutnya, yang dibutuhkan publik adalah ukuran keberhasilan yang nyata, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam rapat bersama Direksi PT Agrinas Palma Nusantara, Nurwayah menyoroti empat aspek penting, mulai dari evaluasi kinerja 2025, rencana kerja 2026, kemitraan dengan masyarakat, hingga strategi mendukung swasembada pangan.

Ia mempertanyakan capaian konkret perusahaan selama 2025. Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya menampilkan angka-angka pertumbuhan, tetapi harus menjelaskan dampaknya terhadap produktivitas perusahaan, kesejahteraan masyarakat, dan kontribusi terhadap negara.

“Kami ingin melihat indikator yang jelas. Apa yang benar-benar berhasil dicapai, apa yang belum tercapai, dan apa penyebabnya. Evaluasi harus menjadi dasar perbaikan, bukan sekadar laporan administratif,” tegas Nurwayah pada RDP dengan Pt.Agrinas Palma Nusantara, Senin (6/7/2026).

Terkait roadmap 2026, Nurwayah meminta direksi menyampaikan langkah yang realistis, bukan sekadar daftar program ambisius tanpa ukuran keberhasilan yang jelas. Ia mengingatkan bahwa setiap target harus disertai strategi pelaksanaan, kebutuhan investasi, hingga mitigasi risiko.

Sorotan lain diarahkan pada program kerja sama dengan masyarakat. Menurutnya, kemitraan harus memberikan manfaat yang nyata bagi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan, bukan hanya menjadi pelengkap laporan tahunan.

“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan objek. Kemitraan harus menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan,” ujarnya.

Nurwayah juga mempertanyakan sejauh mana Agrinas Palma Nusantara mampu mendukung agenda swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Ia meminta perusahaan menjelaskan kontribusi yang terukur serta langkah konkret yang akan ditempuh agar program tersebut tidak berhenti sebagai slogan.

“Kalau Agrinas diberi mandat strategis, maka kontribusinya terhadap ketahanan dan swasembada pangan harus bisa diukur. Jangan hanya menyampaikan optimisme tanpa indikator yang jelas,” kata Nurwayah.

Ia menegaskan Komisi VI DPR RI akan terus mengawasi pelaksanaan program perusahaan agar setiap kebijakan benar-benar menghasilkan manfaat bagi negara dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan BUMN tidak diukur dari banyaknya rencana, tetapi dari hasil nyata yang dapat dirasakan publik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *