Nasional

Budaya Malangan Menggema di Panggung Nasional, Kontingen Kota Malang Curi Perhatian di Puncak Karnaval APEKSI 2026

17
×

Budaya Malangan Menggema di Panggung Nasional, Kontingen Kota Malang Curi Perhatian di Puncak Karnaval APEKSI 2026

Share this article
Budaya Malangan Menggema di Panggung Nasional, Kontingen Kota Malang Curi Perhatian di Puncak Karnaval APEKSI 2026
Wali Kota Malang bersama Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi dan kontingen budaya Kota Malang berfoto bersama usai tampil memukau pada puncak Karnaval Budaya "The Sparkling of Local Heroes & Culture" dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan, Kamis (2/7/2026) malam.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Kontingen Kota Malang berhasil menjadi salah satu pusat perhatian pada puncak Karnaval Budaya “The Sparkling of Local Heroes & Culture” yang menjadi rangkaian penutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan, Kamis (2/7/2026) malam.

Tampil di hadapan ribuan masyarakat, tamu undangan, serta delegasi pemerintah kota dari seluruh Indonesia, Kota Malang sukses menghadirkan pertunjukan budaya yang memadukan kearifan lokal dengan sentuhan kreativitas modern.

Penampilan kontingen Kota Malang diawali dengan atraksi Bantengan, kesenian tradisional khas Malang yang sarat makna keberanian, kekompakan, dan semangat gotong royong. Atraksi tersebut dipadukan dengan parade peserta mengenakan busana khas Malangan serta kostum megah Malang Flower Carnival (MFC) yang selama ini telah menjadi ikon kreativitas Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional.

Perpaduan seni tradisi dan karya kreatif tersebut mendapat sambutan meriah. Ribuan penonton yang memadati sepanjang rute karnaval tampak antusias mengabadikan setiap penampilan kontingen Kota Malang. Sorak dukungan dan tepuk tangan terus mengiringi rombongan hingga menuntaskan seluruh rangkaian parade budaya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang sekaligus Ketua Rombongan Budaya Kota Malang, Baihaqi, mengatakan keberhasilan kontingen Kota Malang tampil memukau merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang telah melakukan persiapan jauh sebelum pelaksanaan Rakernas APEKSI.

“Alhamdulillah, pada puncak Karnaval Budaya APEKSI 2026 malam ini, kontingen Kota Malang mampu memberikan penampilan terbaik. Sambutan masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa budaya Malangan memiliki daya tarik yang kuat dan mampu bersaing di panggung nasional,” ujar Baihaqi.

Menurutnya, keikutsertaan Kota Malang dalam Karnaval Budaya APEKSI bukan sekadar memenuhi agenda seremonial pemerintah daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan identitas Kota Malang kepada seluruh kepala daerah, tamu undangan, maupun masyarakat Indonesia.

“Ini bukan sekadar parade budaya. Ini adalah diplomasi budaya Kota Malang. Kami ingin memperlihatkan bahwa Kota Malang memiliki kekayaan seni, budaya, dan kreativitas yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya,” tegasnya.

Baihaqi menjelaskan, atraksi Bantengan sengaja dipilih sebagai representasi budaya yang masih hidup dan terus dilestarikan oleh masyarakat Malang. Sementara kehadiran kostum Malang Flower Carnival menjadi simbol bahwa kreativitas generasi muda mampu mengangkat budaya lokal menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik wisata.

Selain menampilkan kekayaan budaya, kontingen Kota Malang juga membawa pesan pembangunan melalui Dasa Bakti, sebagai komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Baihaqi, seni dan budaya memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Budaya tidak hanya menjadi warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi instrumen promosi pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, hingga memperluas jejaring kerja sama antar daerah.

“Budaya adalah identitas. Ketika identitas itu mampu ditampilkan dengan baik, maka akan menjadi kekuatan dalam membangun citra positif daerah. Kami ingin dunia melihat bahwa Kota Malang bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota budaya dan kota kreatif,” ungkapnya.

Keikutsertaan Kota Malang dalam Karnaval Budaya APEKSI 2026 juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Malang dalam mendukung pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Inovasi dan modernisasi, menurut Baihaqi, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Puncak Karnaval Budaya APEKSI 2026 pun menjadi momentum penting bagi Kota Malang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia. Melalui panggung budaya berskala nasional tersebut, Kota Malang berhasil menunjukkan bahwa kekayaan tradisi dapat dikemas secara modern, menarik, dan mampu menjadi kebanggaan bersama.

Dengan semangat “Malang Mbois Berkelas”, Pemerintah Kota Malang berharap partisipasi dalam Rakernas APEKSI tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di sektor budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga investasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *