Peristiwa

Korban Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Bertambah, Total 80 Warga Sekolah Terdampak

15
×

Korban Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Bertambah, Total 80 Warga Sekolah Terdampak

Share this article
Korban Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Bertambah, Total 80 Warga Sekolah Terdampak
Korban dugaan keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas Kabuh.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Sebanyak 80 warga SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) menu udang.

Jumlah tersebut terdiri atas 76 siswa dan empat guru. Hingga, Kamis (3/9/2026) siang, sebagian besar siswa telah mendapatkan penanganan medis. Namun, tujuh siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh karena kondisinya lebih lemas.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara, mengatakan hingga pukul 11.30 WIB terdapat 70 siswa yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kabuh. Lima di antaranya saat itu masih menjalani rawat inap.

“Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujar Aditya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Aditya, keluhan mulai dirasakan para siswa sejak Rabu malam, beberapa jam setelah menyantap menu MBG. Mayoritas mengalami diare, sedangkan sebagian lainnya mengalami muntah hingga menyebabkan tubuh lemas.

Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, makanan yang dinilai memiliki rasa atau aroma kurang sedap adalah udang. Hal itu membuat dugaan sementara mengarah pada menu tersebut.

“Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menyebut udang,” katanya.

Meski demikian, Aditya menegaskan pihaknya belum dapat memastikan udang sebagai penyebab keluhan yang dialami para siswa. “Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” lanjutnya.

Sebelumnya, terdapat siswa yang mengalami peningkatan denyut nadi akibat kehilangan cairan setelah mengalami muntah dan diare. Namun, tidak ada siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Beberapa siswa sudah kami pulangkan setelah mendapatkan obat dan penanganan awal,” terang Aditya.

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, mengatakan keluhan pada sejumlah siswa mulai muncul pada Rabu sore setelah mereka pulang sekolah. Mereka mengeluhkan sakit perut, mulas, hingga berulang kali buang air besar.

“Setelah itu, dari rumah ada yang terindikasi sakit perut, mules, terus ke belakang, sering ke belakang. Indikasinya sudah mulai sore di rumah,” ujarnya.

Keluhan kemudian semakin banyak pada Kamis pagi ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sejumlah siswa berulang kali meminta izin ke toilet hingga akhirnya dibawa ke ruang UKS.

“Yang izin ke belakang semakin lama kok semakin banyak, lalu dibawa ke UKS,” katanya.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan SPPG Mangunan dan fasilitas kesehatan untuk memberikan penanganan. Sebanyak 61 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh.

Selain itu, tujuh siswa mendapat penanganan di Klinik Pratama Ploso dan delapan siswa di Klinik Asy-Syifa.

“Yang di Puskesmas itu sekitar 61 anak. Di Klinik Pratama tujuh orang, di Asy-Syifa delapan orang. Sudah ditangani, diberi obat, sudah kembali lagi ke sekolah,” jelas Suprihadiono.

Sementara itu, tujuh siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh. Mereka dipantau karena mengalami kondisi lebih lemas dan membutuhkan penanganan medis.

Tak hanya siswa, empat guru SMPN 1 Kabuh juga mengalami sakit perut setelah menyantap MBG. Namun, keempatnya tidak menjalani perawatan di fasilitas kesehatan karena telah mengonsumsi obat di rumah.

“Ada guru yang sakit perut ada empat orang. Tidak sampai (dirawat), karena sudah minum obat di rumah,” ungkapnya.

Menu MBG yang dibagikan kepada warga SMPN 1 Kabuh, pada Rabu (2/9/2026), terdiri atas udang, tumis wortel dan kubis, serta tahu.

Suprihadiono menyebut terdapat sebagian makanan yang dinilai mencurigakan. Namun, tidak semua makanan tersebut dikonsumsi oleh siswa maupun guru.

“Ada sebagian yang mencurigakan, cuma ada yang anak-anak tidak dimakan. Bapak/Ibu guru juga ada yang makan tidak apa-apa. Seperti saya itu kemarin juga makan, tapi tidak apa-apa,” tuturnya.

Setiap hari, SMPN 1 Kabuh menerima 683 porsi MBG dari SPPG Mangunan. Jumlah tersebut terdiri atas 639 porsi untuk siswa dan 47 porsi untuk guru serta karyawan.

Dugaan keracunan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada puluhan warga sekolah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *