DaerahPeristiwa

Dugaan Keracunan Massal di Ponpes Manbaul Hikam Diusut, Bupati Sidoarjo Tegaskan Tak Ada Santri Meninggal

13
×

Dugaan Keracunan Massal di Ponpes Manbaul Hikam Diusut, Bupati Sidoarjo Tegaskan Tak Ada Santri Meninggal

Share this article
Bupati Sidoarjo, Subandi di lokasi RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. (Foto: Sudutkota.id/Amrizal)

SIDOARJO, Sudutkota.id – Kabar adanya korban jiwa dalam insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo dipastikan tidak benar.

Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan, tidak ada santri yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban yang mengalami gejala sakit telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan sebagian kondisinya mulai berangsur membaik.

Kepastian itu disampaikan Subandi saat turun langsung memantau penanganan para santri di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Selasa malam (1/9).

Peninjauan tersebut juga dilakukan setelah muncul informasi simpang siur di tengah masyarakat yang menyebut adanya korban meninggal.

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” ujar Bupati Subandi.

Dalam kunjungan tersebut, Subandi didampingi Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta jajaran OPD terkait.

Sebelum medatangi sejumlah rumah sakit, Bupati mendatangi Ponpes Manbaul Hikam untuk melihat langsung kondisi para santri.

Kemudian, Ia melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani korban, di antaranya RSI Siti Hajar dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Berdasarkan data sementara, kurang lebih 200 santri mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Namun, Ia menyebut sebagian santri yang kondisinya membaik bahkan telah diperbolehkan kembali ke rumah secara bertahap.

Meski kondisi para korban mulai membaik, Pemkab Sidoarjo tidak ingin berhenti pada penanganan medis. Penyebab munculnya dugaan keracunan tersebut kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo akan memanggil Dinas Kesehatan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan pendalaman.

Pemeriksaan akan diarahkan pada seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan, kelayakan bahan dan makanan, hingga penyajiannya.

Tak hanya itu, Pemkab juga akan menelusuri aspek perizinan penyedia makanan apabila makanan yang dikonsumsi para santri diketahui berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini akan kita dalami. Mulai dari pengolahan sampai penyajian makanan, termasuk perizinannya. Kalau memang berkaitan dengan MBG, tentu akan kita periksa sesuai ketentuan,” tuturnya.

Pemkab Sidoarjo juga meminta masyarakat, khususnya para wali santri, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah kepanikan, pemerintah memastikan penanganan para korban akan terus dikawal hingga seluruh santri dinyatakan pulih.

“Kami meminta para wali santri tetap tenang. Jangan sampai terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah akan terus mengawal penanganan ini sampai seluruh santri benar-benar pulih,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *