Daerah

Ketahanan Pangan Dimulai dari Lahan Warga, Polisi Ikut Panen Jagung di Malang

9
×

Ketahanan Pangan Dimulai dari Lahan Warga, Polisi Ikut Panen Jagung di Malang

Share this article
Ketahanan Pangan Dimulai dari Lahan Warga, Polisi Ikut Panen Jagung di Malang
Ipda Agus Widodo saat membantu panen jagung milik petani di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.(Sudutkota.id/Istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Ketahanan pangan tidak cukup hanya menjadi slogan. Pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan langsung kepada petani menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Hal inilah yang dilakukan Polsek Kedungkandang, Polresta Malang Kota, dengan turun langsung membantu panen jagung milik warga di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (13/10/2026).

Bhabinkamtibmas, Aiptu Kholil bersama Kanit Binmas Polsek Kedungkandang, Ipda Agus Widodo membantu proses panen jagung milik Sudi di kawasan Jalan Sampurno RT 02/RW 02. Lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar satu ton jagung kering.

Kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan kepolisian dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat. Tidak hanya hadir untuk membantu pekerjaan panen, petugas juga berupaya memperkuat komunikasi dengan petani guna mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Ipda Agus Widodo mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, lahan yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan.

“Petani harus tetap semangat mengembangkan usaha pertanian. Ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk kepedulian Polri dalam mendampingi masyarakat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pendampingan terhadap petani tidak cukup dilakukan melalui komunikasi dan silaturahmi semata. Kehadiran langsung di lahan pertanian diperlukan agar petugas dapat mengetahui kondisi warga binaan sekaligus memahami persoalan yang muncul selama proses budidaya.

Menurut Agus, hasil panen jagung milik Sudi menunjukkan potensi lahan warga yang dapat dikembangkan secara produktif. Namun, upaya menjaga hasil pertanian tetap membutuhkan perawatan tanaman yang tepat serta dukungan berbagai pihak.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa melihat secara langsung kondisi pertanian masyarakat. Komunikasi dengan petani juga penting agar kendala yang mereka hadapi dapat diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” imbuhnya.

Di sisi lain, tantangan pertanian tidak berhenti ketika benih mulai tumbuh. Ketersediaan air, biaya produksi, pemupukan, hingga ancaman hama dan penyakit tanaman menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi hasil panen.

Terlebih saat musim kemarau, petani perlu memperhatikan kebutuhan air sejak masa pertumbuhan hingga pembentukan tongkol dan pengisian biji. Kekurangan air pada fase tersebut berpotensi menghambat perkembangan tanaman dan menurunkan produktivitas.

Karena itu, pengelolaan air secara efisien, pemilihan benih sesuai kondisi lahan, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama perlu menjadi perhatian. Koordinasi dengan penyuluh pertanian dan instansi berwenang juga dibutuhkan agar petani memperoleh pendampingan teknis sesuai kebutuhan.

Agus menegaskan, upaya memperkuat ketahanan pangan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemanfaatan lahan produktif perlu dibarengi dengan kepedulian terhadap kebutuhan petani, sehingga kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapannya, petani terus bersemangat memanfaatkan lahan yang ada dan menjaga produktivitas pertaniannya. Dukungan serta kerja sama semua pihak sangat diperlukan agar ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” tegas Agus.

Melalui pendampingan tersebut, Polsek Kedungkandang berharap komunikasi antara kepolisian dan petani semakin kuat. Koordinasi dengan kelompok tani, pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, serta instansi terkait juga diharapkan membantu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Agus menambahkan, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil panen, tetapi juga oleh konsistensi dalam merawat tanaman, mengelola sumber daya, dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan potensi yang tersedia. Kami berharap kegiatan pendampingan seperti ini dapat mendorong petani tetap produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Agus.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *