Daerah

Kericuhan di Gedung DPRD Kabupaten Malang Berujung Anggota Dewan Dirawat di Rumah Sakit

4
×

Kericuhan di Gedung DPRD Kabupaten Malang Berujung Anggota Dewan Dirawat di Rumah Sakit

Share this article
Kericuhan di Gedung DPRD Kabupaten Malang Berujung Anggota Dewan Dirawat di Rumah Sakit
Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, yang sedang menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Penyampaian aspirasi warga terkait pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026), berujung kericuhan.

Seorang anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan hingga harus menjalani rawat inap di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika sejumlah warga asal Kecamatan Sumberpucung yang dipimpin Hadi Wiyono alias Pak Dur, mendatangi gedung DPRD untuk menyerahkan surat sekaligus meminta audiensi mengenai akses Bendungan Lahor.

Awalnya, pembahasan berlangsung antara warga dengan dua anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, yakni Taufik Setyowangono dari Fraksi Golkar dan Alaik Mubarok dari Fraksi Gerindra.

Namun, situasi kemudian memanas. Adu argumen antara warga dan anggota dewan berkembang menjadi kericuhan sehingga pimpinan DPRD meminta anggota dewan lainnya turun tangan untuk meredakan keadaan.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi kemudian meminta Zulham Akhmad Mubarrok membantu menenangkan situasi.

Zulham mengatakan dirinya berupaya mengajak warga menyelesaikan persoalan melalui musyawarah di dalam ruangan. Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan.

“Saya berniat melerai dan mengajak musyawarah baik-baik, tetapi malah diumpat dan diserang. Saya tidak membalas, tetapi disundul menggunakan kepala beberapa kali,” kata Zulham, Jumat (11/9/2026).

Akibat insiden tersebut, Zulham mengaku mengalami luka sobek pada bibir serta sejumlah benjolan di bagian samping dan belakang kepala. Di tengah kericuhan, dirinya juga menyebut sempat terkena lemparan botol air mineral.

Setelah kejadian, Zulham mendatangi kepolisian untuk melaporkan peristiwa tersebut. Ia juga menjalani visum di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Keluhan pusing setelah mengalami benturan membuat tim medis menyarankan Zulham menjalani perawatan lebih lanjut. Ia akhirnya harus menjalani rawat inap dan pemeriksaan CT scan untuk memastikan kondisi kepalanya.

Sementara itu, kepolisian disebut telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Proses pemeriksaan awal melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga mulai dilakukan.

Zulham berharap proses hukum terhadap dugaan penganiayaan tersebut dapat berjalan secara objektif dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak.

“Harapannya proses hukum berjalan adil dan persoalan ini bisa diselesaikan sesuai aturan,” ujarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *