Daerah

Jangan Bangga di Seragam, 1.800 Pramuka Garuda Malang Dituntut Buktikan dengan Sikap

32
×

Jangan Bangga di Seragam, 1.800 Pramuka Garuda Malang Dituntut Buktikan dengan Sikap

Share this article
Jangan Bangga di Seragam, 1.800 Pramuka Garuda Malang Dituntut Buktikan dengan Sikap
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo usai memberikan piagam penghargaan kepada anggota Pramuka dalam rangkaian HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Stadion Gajayana, Kota Malang.(Sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Sekitar 1.800 anggota Pramuka Garuda Kota Malang dikukuhkan dalam apel peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Gajayana, Sabtu (12/9/2026).

Di balik prosesi pengukuhan itu, ada pesan tegas Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, predikat Pramuka Garuda jangan berhenti sebagai kebanggaan di seragam, tetapi harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan.

Wahyu selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Malang bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang memimpin langsung rangkaian kegiatan tersebut.

Apel kali ini memiliki catatan tersendiri. Selain menjadi bagian peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka, kegiatan untuk pertama kalinya digelar di Stadion Gajayana sekaligus dirangkai dengan momentum satu tahun Stadion Gajayana.

“Hari ini saya selaku Ketua Mabicab Kota Malang bersama Kwarcab Kota Malang menyelenggarakan apel dalam rangka Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke-65 dan juga pengukuhan Pramuka Garuda,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi di Stadion Gajayana, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Wahyu, momentum HUT Pramuka tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Nilai-nilai kepramukaan harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, tangguh, peduli dan mampu bekerja sama.

“Harapan kami, dengan apel ini memberikan semangat dan motivasi kepada semua Pramuka yang ada di Kota Malang,” katanya.

Pengukuhan sekitar 1.800 Pramuka Garuda menjadi sorotan utama. Wahyu menegaskan, status tersebut bukan sekadar penghargaan setelah melewati rangkaian proses pembinaan.

Ada tanggung jawab lebih besar yang harus dipikul setelah seseorang menyandang predikat Pramuka Garuda.

“Mereka yang dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda tentu punya tanggung jawab yang besar,” tegasnya.

Karena itu, para Pramuka Garuda diminta mampu menunjukkan kedisiplinan dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya. Nilai kepramukaan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus terlihat dari perilaku.

“Mereka harus bisa menjadi contoh, harus juga disiplin dan tetap menjadi Pramuka sejati,” lanjut Wahyu.

Ia berharap para Pramuka Garuda mampu menjadi cerminan di tengah masyarakat. Dengan demikian, pengukuhan yang dilakukan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus berkarya dan memberikan manfaat.

“Harapannya menjadi cerminan bagi masyarakat bahwa Pramuka sejati adalah seperti ini. Makanya kita kukuhkan dia sebagai Pramuka Garuda,” ujarnya.

Dalam pesannya, Wahyu juga mengaitkan gerakan Pramuka dengan tema HUT Pramuka ke-65 tahun 2026, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Menurutnya, tema tersebut menunjukkan bahwa Pramuka memiliki ruang untuk ikut mengambil bagian dalam agenda pembangunan, termasuk membangun kesadaran generasi muda terhadap ketahanan pangan.

Pramuka, kata Wahyu, bukan hanya berkutat pada kegiatan di alam terbuka maupun latihan keterampilan. Lebih dari itu, kepramukaan menjadi tempat menempa tanggung jawab, kepedulian, keberanian mengambil peran dan kemampuan bekerja sama.

Ia mengajak seluruh anggota Pramuka menjadikan setiap kegiatan sebagai proses mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan.

“Belajar untuk mandiri, belajar bekerja sama, belajar menghadapi tantangan, dan yang tidak kalah penting belajar untuk peduli serta berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.

Wahyu juga menyampaikan capaian Pramuka Kota Malang dalam Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur beberapa waktu lalu.

Kontingen Kota Malang dipercaya menjadi bagian dari perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur. Atas kiprah tersebut, Pramuka Kota Malang turut mendapatkan penghargaan dari Kwarda Jawa Timur.

“Karena kemarin kita juga mengikuti Jamnas dan alhamdulillah kita menjadi wakil dari Kwarda Jawa Timur. Akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kwarda Jawa Timur karena mewakili Kwarda Jawa Timur untuk Jamnas di Cibubur,” ungkapnya.

Wahyu berharap capaian tersebut menjadi pemacu pembinaan Pramuka di Kota Malang agar semakin kuat. Ia ingin Pramuka mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan semangat pengabdian.

“Dari gerakan Pramuka akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan semangat pengabdian. Inilah yang kita butuhkan untuk menyongsong masa depan, baik untuk Kota Malang maupun Indonesia,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *