Ekonomi Bisnis

Harga Kebutuhan Dapur Melambung di Jombang, Pedagang dan Pembeli Sama-sama Mengeluh

20
×

Harga Kebutuhan Dapur Melambung di Jombang, Pedagang dan Pembeli Sama-sama Mengeluh

Share this article
Harga Kebutuhan Dapur Melambung di Jombang, Pedagang dan Pembeli Sama-sama Mengeluh
Pedagang di pasar tradisional Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Jombang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan terjadi pada berbagai komoditas mulai dari bumbu dapur, minyak goreng hingga sayuran.

Lonjakan harga tersebut terpantau di Pasar Pon Jombang dan mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat. Banyak warga memilih mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah bawang putih. Harga bawang putih yang sebelumnya berada di kisaran Rp27 Ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40 Ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp30 Ribu menjadi Rp35 Ribu per kilogram.

Tak hanya itu, minyak goreng bersubsidi MinyaKita juga mengalami kenaikan harga. Untuk kemasan dua liter, harga yang sebelumnya sekitar Rp38 Ribu kini menjadi Rp42 Ribu. Selain harganya naik, pasokan MinyaKita di sejumlah pedagang juga mulai sulit ditemukan.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas sayuran. Harga cabai yang sebelumnya berkisar Rp75 Ribu per kilogram kini menembus Rp90 Ribu per kilogram.

Kemudian harga buncis naik dari Rp14 Ribu menjadi Rp16 Ribu per kilogram. Sedangkan wortel mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp10 Ribu menjadi Rp16 Ribu per kilogram.

Pedagang Pasar Pon Jombang, Sum (50), mengatakan kenaikan harga yang terjadi hampir bersamaan pada berbagai kebutuhan dapur mulai berdampak pada aktivitas jual beli di pasar.

Menurutnya, banyak pelanggan yang mengurangi jumlah pembelian karena harga berbagai kebutuhan pokok semakin mahal.

“Kenaikan harga terjadi pada beberapa kebutuhan dapur sekaligus. Akibatnya banyak pembeli yang mengurangi jumlah barang yang dibeli karena harga dinilai cukup tinggi,” ujar Sum, Rabu (10/6/2026).

Sum mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga sejumlah komoditas tersebut. Namun, ia merasakan penurunan daya beli masyarakat mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.

“Kondisi ini tentu berpengaruh pada pedagang karena pembeli menjadi lebih hemat saat berbelanja,” katanya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu konsumen Pasar Pon Jombang, Sulis (49), mengaku kini harus lebih selektif saat berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok membuat anggaran belanja keluarga harus disusun ulang agar kebutuhan utama tetap terpenuhi.

“Kalau harga kebutuhan terus naik, saya biasanya mengurangi jumlah belanja dan memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan,” kata Sulis.

Ia mengaku kini lebih berhati-hati saat berbelanja kebutuhan dapur. Bahkan, pembelian sayuran dan bahan makanan tertentu terpaksa dikurangi demi menyesuaikan kondisi keuangan keluarga.

“Ya dampaknya jadi agak mikir-mikir kalau mau belanja ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur, dan harus lebih irit lagi kalau mau belanja sayur,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, sejumlah komoditas pangan memang tercatat mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Jombang.

Data tersebut menunjukkan tren kenaikan pada beberapa bahan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Data Siskaperbapo per awal Juni 2026 mencatat harga bawang merah rata-rata berada di angka Rp46.757 per kilogram atau naik Rp637 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara bawang putih tercatat sebesar Rp27.852 per kilogram.

Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit merah mencapai Rp65.258 per kilogram, cabai merah besar Rp54.005 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp52.068 per kilogram.

Sementara itu, harga MinyaKita di tingkat konsumen Jawa Timur tercatat rata-rata Rp16.393 per liter. Sedangkan minyak goreng curah berada di angka Rp20.687 per kilogram dan minyak goreng kemasan premium Rp21.706 per liter.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *