Nasional

Galon Guna Ulang Berusia 20 Tahun Masih Dipakai, Novita Desak Batas Usia Maksimal

12
×

Galon Guna Ulang Berusia 20 Tahun Masih Dipakai, Novita Desak Batas Usia Maksimal

Share this article
Galon Guna Ulang Berusia 20 Tahun Masih Dipakai, Novita Desak Batas Usia Maksimal
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini mendorong pemerintah menetapkan batas usia pakai maksimal galon guna ulang (Ganula) berdasarkan kajian ilmiah demi menjamin keamanan dan keselamatan konsumen.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Keamanan galon guna ulang (Ganula) menjadi perhatian setelah ditemukan galon berusia hingga 20 tahun yang masih digunakan.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini mendorong pemerintah menetapkan batas usia pakai maksimal yang aman dengan berlandaskan kajian ilmiah.

Novita menegaskan, pengawasan terhadap keamanan galon tidak boleh diarahkan pada persaingan merek. Menurutnya, persoalan utama yang harus dijawab adalah perlindungan konsumen, bukan kepentingan produsen tertentu.

“Di sinilah fungsi legislasi di mana yang kami awasi itu bukan mereknya. Di sini isu tentang persaingan merek A ke merek B itu harus ditepis karena DPR RI tidak melihat mereknya,” ujar Novita dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis (8/10/2026).

Ia menilai keamanan air minum berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Karena itu, perlindungan konsumen perlu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, bukan semata-mata diserahkan pada mekanisme pasar.

“Kami melihat tentang keamanan konsumsi masyarakat di mana kerangka ideologis sudah jelas dilindungi oleh Undang-Undang,” katanya.

Novita meminta Kementerian Perindustrian segera menetapkan batas usia pakai maksimal galon guna ulang. Namun, ketentuan tersebut perlu didukung penelitian ilmiah agar standar yang ditetapkan memiliki dasar yang jelas.

“Kami dorong agar pemerintah, di sini ada Kementerian Perindustrian untuk segera menetapkan batas usia pakai maksimal yang aman,” tegasnya.

Sorotan terhadap usia pakai galon juga muncul dalam pemantauan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) selama 2024-2026. KKI menemukan keluhan konsumen terkait galon kusam, retak, hingga dugaan peredaran galon berusia tua. Paparan panas, sinar ultraviolet, dan proses pencucian turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai keamanan penggunaan galon.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *