Daerah

Fantastis! Potensi Ekonomi Tembakau Jombang Tembus Rp487 Miliar

14
×

Fantastis! Potensi Ekonomi Tembakau Jombang Tembus Rp487 Miliar

Share this article
Fantastis! Potensi Ekonomi Tembakau Jombang Tembus Rp487 Miliar
Panen raya tembakau di wilayah utara Brantas bersama Bupati Jombang.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Komoditas tembakau menjadi salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Jombang.

Dalam agenda Pembinaan dan Panen Raya Tembakau 2026 di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, terungkap potensi perputaran ekonomi dari komoditas tembakau di wilayah utara Sungai Brantas diproyeksikan mencapai Rp487 miliar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony mengatakan, hingga akhir September 2026 luas lahan tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 6.508,7 hektare.

Sentra tembakau terbesar berada di kawasan utara Sungai Brantas, meliputi Kecamatan Kabuh, Ploso, Plandaan, Kudu, dan Ngusikan.

“Produktivitas daun basah kita mencapai 15 hingga 17 ton per hektare. Jika dikalkulasikan dengan harga terendah Rp5.000 per kilogram saja, potensi ekonomi yang berputar nyaris menyentuh setengah triliun rupiah. Ada sekitar 15.000 petani yang roda perekonomiannya digerakkan oleh komoditas ini,” kata Rony, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, sektor tembakau Jombang juga terus berkembang dari sisi perbenihan. Kabupaten Jombang kini telah berhasil mengembangkan benih varietas tembakau lokal bersertifikat.

Kualitas benih tersebut bahkan menjadi rujukan studi bagi sejumlah daerah lain, di antaranya Gresik dan Blitar.

Melihat besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang terus memberikan dukungan kepada petani tembakau. Melalui APBD dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026, Pemkab Jombang memberikan fasilitasi sarana dan prasarana pertanian.

Bantuan tersebut meliputi pelatihan, penyediaan demplot, hingga alat mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas tembakau.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Jombang Warsubi secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 4 unit hand tractor rotary, 19 unit mesin rajang, 350.000 kilogram pupuk NPK khusus tembakau, serta 3 unit kendaraan angkut roda tiga.

Sejumlah penerima bantuan di antaranya Samuji dari Gapoktan Gedongombo, Kecamatan Ploso, yang menerima mesin rajang tembakau.

Kemudian Solik dari Poktan Peyek, Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, menerima traktor roda dua rotary. Tik Dewanto dari Poktan Bendungan, Kecamatan Kudu, menerima pupuk NPK tembakau, serta Supali dari Gapoktan Kabuh menerima bantuan pupuk NPK tembakau.

Bupati Jombang Warsubi mengatakan, peningkatan produksi tembakau harus diimbangi dengan penguatan jejaring pemasaran dan kemitraan strategis.

Menurutnya, tembakau Jombang memiliki karakter dan cita rasa khas sehingga pengembangannya tidak cukup hanya pada sektor pertanian, tetapi juga perlu diarahkan pada agribisnis hingga agroindustri.

“Petani membutuhkan kepastian pasar dan harga yang wajar, sementara pabrikan membutuhkan kualitas yang terjaga. Keduanya harus diuntungkan. Ke depan, regenerasi petani juga harus didorong. Pertanian tembakau adalah sektor usaha yang memiliki masa depan cerah bagi generasi milenial,” tutur Warsubi.

Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada petani tembakau, penyuluh pertanian, pelaku usaha, pabrik, serta seluruh pihak yang mendukung pengembangan komoditas tembakau di Kabupaten Jombang.

“Mari kita terus bangun kerja sama yang baik, agar tembakau Jombang semakin dikenal, semakin memiliki daya saing, dan semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, semboyan masyarakat di kawasan utara Brantas, “Mati Urip Nandur Mbako”, menjadi gambaran kuatnya tradisi pertanian tembakau di wilayah tersebut.

Sinergi antara Pemkab Jombang dan petani diharapkan mampu semakin memperkuat daya saing tembakau Jombang di pasar nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *