Sudutkota.id – Persoalan jalan yang rusak dan persoalan genangan air yang terjadi di berbagai tempat menjadi perhatian serius di kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait, SE, MSc.
Salah satunya genangan air yang kerap terjadi di Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di depan Hotel Bandung Permai (BP) dan McDonald’s, Kabupaten Jember.
Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat pun terus dilakukan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali langsung menggelar rapat koordinasi sekaligus peninjauan lapangan, Rabu, (20/5/2026).
Koordinasi berlangsung di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember dan dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi saluran di kawasan Jalan Hayam Wuruk.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kaliwates Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos., Lurah Sempusari Husein Satria Mahardhika, S.STP., M.M., pihak Hotel Bandung Permai, pihak McDonald’s Jember, BBPJN Jawa Timur–Bali, Bidang Bina Operasi dan Pemeliharaan (OP) serta SDA Irigasi DPUPR Jember, dan Koordinator SDA Wilayah Rambipuji Mohammad Yasin.

Rapat koordinasi tersebut membahas penanganan luapan air yang selama ini sering menyebabkan genangan di kawasan Jalan Hayam Wuruk ketika hujan deras turun.
Sebagai langkah penanganan, DPUPR Jember telah memasang pintu air pembuang di depan Hotel Bandung Permai guna mengendalikan debit air agar tidak meluber ke badan jalan.
Tak hanya itu, pihak McDonald’s Jember dan Hotel Bandung Permai juga ikut dilibatkan dalam pengoperasian pintu air tersebut bersama Kelurahan Sempusari dan Kecamatan Kaliwates. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar penanganan genangan dapat dilakukan lebih cepat saat curah hujan tinggi.
Selain pemasangan pintu air, pihak BBPJN Jawa Timur–Bali juga akan melakukan normalisasi saluran drainase di sepanjang Jalan Hayam Wuruk guna memperlancar aliran air.
Didit Supriyono, Jabatan Fungsional (Jabfung) SDA Ahli Muda DPUPR Jember, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama genangan di kawasan tersebut adalah perubahan fungsi saluran irigasi Karangwaru yang saat musim penghujan berubah menjadi saluran drainase.
“Kondisi genangan yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk tepatnya di depan Hotel Bandung Permai salah satu penyebabnya adalah alih fungsi saluran irigasi Karangwaru berubah menjadi saluran drainase ketika musim penghujan. Sehingga perlu adanya rekayasa penyebaran air agar saluran tersebut tidak over kapasitas,” ujarnya saat menjelaskan kepada jurnalis sudutkota.id.
Menurutnya, pembangunan pintu pengendali banjir dilakukan agar aliran air dapat terurai dan tidak menyebabkan simpul-simpul genangan ketika hujan lebat terjadi.
“Selepas pembangunan pintu pengendali tersebut, Dinas PUPR mengajak peran serta pihak-pihak yang terdampak dan dekat dengan lokasi genangan untuk bersama-sama mengoperasikan pintu air ketika kondisi air mulai tinggi atau sudah meluap ke jalan raya. Hal tersebut dikarenakan jumlah petugas dari Dinas PUPR sangat terbatas,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Sempusari Husein Satria Mahardhika, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya bersama DPUPR, Kecamatan Kaliwates, serta pihak McDonald’s dan Hotel Bandung Permai turut melakukan survei lapangan terkait luapan air di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini sudah ada tindak lanjut dari Dinas PUPR melalui pemasangan pintu air. Nantinya pelaksanaan dan pemantauan juga melibatkan Kelurahan Sempusari, pihak McDonald’s, dan Hotel Bandung Permai,” katanya.
Ia berharap pemasangan pintu air tersebut mampu meminimalisir bahkan menghilangkan genangan yang selama ini sering terjadi di Jalan Hayam Wuruk saat hujan deras turun.
Dengan adanya koordinasi dan partisipasi seluruh pihak, diharapkan persoalan genangan di kawasan Jalan Hayam Wuruk dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dan pengguna jalan menjadi lebih aman dan nyaman.(ADV)




















