Daerah

563 Warga Kota Malang Jalani Skrining Kanker Serviks, 25 Terdeteksi Positif IVA dan Jalani Terapi Krioterapi

3
×

563 Warga Kota Malang Jalani Skrining Kanker Serviks, 25 Terdeteksi Positif IVA dan Jalani Terapi Krioterapi

Share this article
563 Warga Kota Malang Jalani Skrining Kanker Serviks, 25 Terdeteksi Positif IVA dan Jalani Terapi Krioterapi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, saat diwawancarai awak media di salah satu lokasi pelayanan publik.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan deteksi dini kanker serviks di seluruh wilayah Kota Malang.

Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 563 perempuan dari 16 puskesmas telah menjalani pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai langkah pencegahan kanker leher rahim.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Selasa (19/5/2026), mengungkapkan dari total 563 perempuan yang menjalani skrining, sebanyak 25 orang dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen.

“Yang terscreening di 16 puskesmas sebanyak 563 orang. Hasil IVA positif ada 25 orang atau sekitar 4,4 persen,” ujar Husnul.

Selain itu, terdapat 14 peserta atau sekitar 2,5 persen yang belum dapat menjalani pemeriksaan IVA lantaran beberapa syarat medis belum terpenuhi. Salah satunya karena peserta baru melakukan hubungan suami istri sehingga pemeriksaan tidak bisa dilakukan saat itu juga.

“Ada yang sudah datang diperiksa, tetapi karena syaratnya belum terpenuhi, akhirnya IVA tidak dilakukan. Misalnya malam sebelumnya baru melakukan hubungan, itu tidak bisa dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 113 hasil pemeriksaan atau sekitar 20,1 persen masih dalam proses pembaruan data dan evaluasi lebih lanjut. Data tersebut masih akan terus diperbarui oleh Dinkes Kota Malang karena angka yang disampaikan merupakan rekapitulasi per 22 April 2026.

Menurut Husnul, seluruh penanganan awal bagi pasien dengan hasil IVA positif dilakukan langsung di puskesmas. Saat ini terdapat tiga puskesmas yang memiliki fasilitas dan tenaga medis untuk melakukan tindakan krioterapi atau terapi pembekuan lesi, yakni Puskesmas Ciptomulyo, Kedungkandang, dan Cisadea.

“Yang positif ini langsung dikerjakan di puskesmas. Untuk tindakan krioterapi saat ini ada di Ciptomulyo, Kedungkandang, dan Cisadea,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil IVA positif tidak selalu berarti pasien terkena kanker serviks stadium berat. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan mengoleskan cairan asam asetat pada area serviks untuk melihat adanya bercak putih atau lesi.

“Kalau setelah diberi asam asetat muncul bintik-bintik putih, itu dilihat tingkat lesinya. Kalau masih kecil berarti grade 1 dan bisa ditangani di puskesmas,” terang Husnul.

Pasien dengan lesi ringan kemudian menjalani krioterapi, yakni tindakan medis menggunakan tekanan gas dingin tinggi untuk membekukan jaringan abnormal di mulut rahim. Setelah tindakan dilakukan, pasien akan menjalani masa pemulihan selama sekitar tiga hari sebelum kontrol ulang.

“Kalau lesinya kecil langsung dilakukan krioterapi. Nanti tiga minggu kemudian kontrol lagi untuk memastikan apakah cukup sekali tindakan atau perlu pengulangan,” jelasnya.

Bila hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat titik lesi yang belum hilang sempurna, maka tindakan krioterapi akan dilakukan kembali hingga kondisi benar-benar membaik.

Husnul menambahkan, pasien dengan kondisi lesi berat atau sudah memasuki grade 2 dan grade 3 akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Kalau sudah grade 2 atau grade 3, itu kita kirim ke rumah sakit,” tegasnya.

Dalam program skrining massal yang sebelumnya digelar di wilayah Kendalkerep, antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi. Tercatat sekitar 1.800 warga telah masuk dalam daftar pendaftaran awal. Namun, tidak seluruh peserta otomatis bisa menjalani pemeriksaan karena harus melalui proses skrining syarat kesehatan terlebih dahulu.

“Yang terbanyak memang di Kendalkerep. Tetapi yang benar-benar memenuhi syarat dan diperiksa waktu itu sekitar 52 orang,” pungkas Husnul.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *