KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Tidak pernah terbayang bagi Anisa AE bahwa kebiasaan sederhana memberikan ulasan di Google Maps bisa membawanya sampai ke event internasional Google di Singapura.
Perempuan yang dikenal sebagai penulis, trainer, dan pelaku usaha ini mendapat kesempatan menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam Connect Live 2026, event internasional Google yang berlangsung di kantor Google Singapura pada 30–31 Juli 2026.
Perjalanan tersebut bermula dari kebiasaan Anisa menggunakan Google Maps saat bepergian. Awalnya, ia hanya memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mencari lokasi, melihat rute, dan menemukan tempat yang ingin dikunjungi.
Namun, lama-kelamaan Anisa mulai aktif mengunggah foto, memberikan rating, dan menulis ulasan tentang tempat-tempat yang didatanginya.
“Saya awalnya hanya ingin berbagi informasi mengenai tempat-tempat yang saya kunjungi. Tidak pernah berpikir bahwa aktivitas sederhana tersebut bisa membawa saya sampai ke kantor Google di Singapura,” kata Anisa pada Sudutkota.id, Kamis (8/10/2026).
Bagi Anisa, aktivitas memberikan ulasan di Google Maps bukan sekadar memberikan bintang atau menuliskan komentar.
Ia berusaha memberikan ulasan berdasarkan pengalaman nyata. Pelayanan, kebersihan, fasilitas, akses, suasana, harga, hingga kondisi tempat menjadi beberapa hal yang diperhatikannya.
Anisa juga berusaha menjaga agar ulasan yang diberikan tetap jujur dan objektif. Jika menemukan kekurangan, ia menyampaikannya sebagai masukan. Sebaliknya, jika mendapatkan pengalaman yang baik, ia memberikan apresiasi.
“Bagi saya, lebih baik memberikan kontribusi yang berkualitas daripada sekadar mengejar kuantitas. Yang penting informasinya jujur, relevan, dan bermanfaat,” ujar Anisa yang saat ini sudah berada di Level 10 kontributor.
Aktivitas tersebut kemudian menjadi semakin rutin, terutama ketika Anisa bepergian dan mengunjungi berbagai tempat.
Destinasi wisata, tempat makan, kafe, hotel, museum, fasilitas umum, hingga UMKM menjadi bagian dari tempat-tempat yang pernah ia dokumentasikan dan ulas.
Kesempatan mengikuti Connect Live 2026 menjadi pengalaman yang tidak pernah masuk dalam rencana awal Anisa.
Ia menjalani aktivitas sebagai reviewer karena memang senang menemukan tempat baru sekaligus berbagi informasi dengan orang lain.
Namun, konsistensi tersebut akhirnya membuka kesempatan untuk bertemu dengan Local Guides dari berbagai negara dan hadir langsung di kantor Google Singapura.
“Perasaan saya campur aduk. Bahagia, bangga, haru, sekaligus tidak percaya,” ungkapnya.
Menurut Anisa, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas kecil yang dilakukan secara konsisten bisa membawa seseorang menuju pengalaman yang jauh lebih besar.
Ia pun merasa ada tanggung jawab tersendiri ketika mendapat kesempatan hadir sebagai perwakilan Indonesia.
“Saya merasa bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia,” katanya.
Selama menjadi reviewer, Anisa tidak hanya mendapatkan pengalaman dari tempat-tempat yang dikunjungi.
Ia juga bertemu dengan banyak orang, mulai dari pemilik usaha, pengelola tempat wisata, masyarakat lokal, hingga sesama pengguna Google Maps.
Baginya, interaksi tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan sebagai Local Guide.
Ada kalanya pemilik usaha memberikan respons terhadap ulasan yang dibuat. Bagi Anisa, respons tersebut justru menunjukkan bahwa ulasan pelanggan dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi antara pengunjung dan pengelola usaha.
“Saya selalu berusaha menyampaikan ulasan dengan bahasa yang santun dan tidak bermaksud menjatuhkan pihak mana pun. Kalau ada kekurangan, saya berharap bisa menjadi masukan untuk perbaikan,” jelasnya.
Anisa melihat kebiasaan masyarakat mencari informasi melalui Google Maps semakin penting bagi usaha lokal.
Sebelum mengunjungi sebuah tempat, orang biasanya melihat rating, membaca ulasan, melihat foto, hingga mengecek lokasi.
Karena itu, informasi yang diberikan pengguna Google Maps menurut Anisa dapat membantu calon pengunjung mengambil keputusan.
Terlebih bagi UMKM dan usaha lokal yang belum memiliki popularitas besar.
“Ulasan yang informatif dan foto yang representatif dapat membantu calon pelanggan mendapatkan gambaran tentang produk, pelayanan, dan suasana tempat,” tuturnya.
Meski demikian, Anisa menilai ulasan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah usaha. Kualitas produk, pelayanan, harga, dan konsistensi tetap menjadi hal yang paling penting.
Perjalanan Anisa menunjukkan bahwa kontribusi di dunia digital tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Satu foto, satu rating, atau satu ulasan yang dibuat dengan jujur bisa menjadi informasi bagi orang lain.
Bahkan, tanpa disadari, aktivitas tersebut bisa membuka pintu menuju pengalaman baru.
“Menjadi Local Guide bukan sekadar tentang mengumpulkan poin, menaikkan level, atau mendapatkan lencana. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana kita bisa memberikan kontribusi melalui teknologi dan membantu orang lain menemukan tempat yang mereka butuhkan,” kata Anisa.
Dari kebiasaan sederhana menggunakan Google Maps, Anisa akhirnya mendapatkan kesempatan internasional yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Perjalanan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah hobi, ketika dilakukan dengan konsisten dan memberikan manfaat bagi orang lain, dapat berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.





















