Sudutkota.id – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Malang, masih ada satu kawasan yang menyimpan jejak sejarah sekaligus tetap menjadi denyut ekonomi masyarakat.
Kawasan itu adalah Pasar Burung Splendid di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum dikenal sebagai sentra jual beli burung, tempat ini lebih dulu melegenda dengan nama Pasar Senggol.
Bagi warga Malang generasi 1980-an hingga 1990-an, nama Pasar Senggol tentu bukan hal asing. Dahulu, kawasan ini menjadi pusat kuliner malam yang selalu dipadati masyarakat.
Puluhan pedagang menjajakan aneka makanan tradisional khas Malang mulai sore hingga larut malam. Ramainya pengunjung membuat orang yang melintas harus saling berpapasan bahkan bersenggolan. Dari situlah nama Pasar Senggol lahir dan terus dikenang hingga sekarang.
Seiring berjalannya waktu dan penataan kawasan oleh pemerintah, aktivitas perdagangan burung yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu semakin berkembang.
Wajah kawasan pun berubah menjadi Pasar Burung Splendid, yang kini dikenal sebagai pusat penjualan burung kicau, ikan hias, tanaman hias, hingga berbagai perlengkapan hewan peliharaan.
Meski fungsi pasar berubah, nuansa Pasar Senggol seolah belum benar-benar hilang.
Dari pantauan Sudutkota.id, Minggu (19/7), sejak pagi hingga sore hari puluhan pengunjung tampak silih berganti mendatangi Pasar Burung Splendid. Sebagian berburu burung kicau, ada yang mencari ikan hias dan tanaman, sementara lainnya hanya berjalan-jalan menikmati suasana pasar yang khas.
Di lorong-lorong pasar, pengunjung berjalan berdampingan dengan pedagang dan kendaraan roda dua yang keluar masuk kawasan. Kondisi tersebut membuat suasana pasar terasa hidup. Sesekali pengunjung harus saling menepi bahkan bersenggolan ketika melewati jalur yang dipenuhi aktivitas jual beli. Pemandangan itu seolah membawa kembali ingatan warga pada suasana Pasar Senggol puluhan tahun silam.
Tak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, Pasar Burung Splendid juga telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Kota Malang. Pengunjung tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Kabupaten Malang, Kota Batu, Pasuruan hingga Blitar. Mereka datang untuk berburu burung berkualitas, mencari tanaman hias, atau sekadar menikmati atmosfer pasar tradisional yang masih bertahan di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern.
Bagi sebagian warga senior, kawasan ini menyimpan nilai historis yang tidak tergantikan. Meski aroma kuliner malam yang dahulu memenuhi kawasan sudah berganti dengan suara kicauan burung, semangat kebersamaan dan keramaian yang menjadi ciri khas Pasar Senggol masih terasa hingga kini.
Pasar Burung Splendid pun menjadi bukti bahwa sejarah tidak selalu hilang oleh perubahan zaman. Sebaliknya, sejarah dapat terus hidup melalui aktivitas masyarakat yang menjaga dan merawat identitas sebuah kawasan.
Dari Pasar Senggol hingga Pasar Burung Splendid, tempat ini tetap menjadi salah satu ikon Kota Malang yang layak dikenang sekaligus dikunjungi.




















