Daerah

Banjir hingga Karhutla Mengancam, Polres Jombang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Alam

17
×

Banjir hingga Karhutla Mengancam, Polres Jombang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Alam

Share this article
Banjir hingga Karhutla Mengancam, Polres Jombang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Alam
Kapolres dan Bupati Jombang saat meninjau peralatan penanganan bencana.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem saat memasuki musim penghujan, Polres Jombang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana penanggulangan bencana.

Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam serta Gelar Sarana dan Prasarana Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Mapolres Jombang.

Apel dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Dr. H. Yanto Mulyanto P., didampingi Bupati Jombang H. Warsubi. Kegiatan ini melibatkan TNI, BPBD, Perhutani, Dinas Kesehatan, PDAM, serta sejumlah instansi dan elemen masyarakat terkait.

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto mengatakan, Kabupaten Jombang memiliki sejumlah potensi bencana alam yang perlu diantisipasi, terutama saat memasuki musim penghujan.

Beberapa ancaman bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Beberapa potensi bencana tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian,” kata Yanto, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, menghadapi berbagai potensi tersebut diperlukan kesiapsiagaan sejak dini dari seluruh unsur. Mulai pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, relawan hingga masyarakat.

Yanto menegaskan, apel kesiapsiagaan bencana bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengecek kelengkapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam penanganan bencana.

“Apel tanggap bencana yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Selain kesiapan peralatan, Kapolres juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan melalui pemetaan wilayah rawan bencana serta deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman.

Dia menekankan agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk ketika melakukan proses evakuasi.

“Utamakan keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas. Laksanakan langkah evakuasi secara cepat, terencana, dan humanis, khususnya terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas,” pesannya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, serta relawan.

Menurutnya, sinergi seluruh unsur menjadi kunci mempercepat penyampaian informasi sekaligus penanganan apabila bencana terjadi.

“Saya mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Jadikan sinergitas dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap potensi bencana. Kita harus selalu siap, karena bencana tidak dapat diprediksi secara pasti kapan dan di mana akan terjadi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kecepatan respons, ketepatan tindakan, serta koordinasi yang baik sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana. Langkah tersebut juga penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana alam.

“Melalui apel kesiapsiagaan dan gelar sarana prasarana tersebut, Polres Jombang bersama Pemkab Jombang dan instansi terkait berkomitmen memperkuat kesiapan personel serta peralatan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *