Daerah

Pedagang Pasar Cukir Jombang Segera Punya Kios Baru, Pemkab Siapkan Anggaran Rp935 Juta

11
×

Pedagang Pasar Cukir Jombang Segera Punya Kios Baru, Pemkab Siapkan Anggaran Rp935 Juta

Share this article
Pedagang Pasar Cukir Jombang Segera Punya Kios Baru, Pemkab Siapkan Anggaran Rp935 Juta
Bupati Jombang saat meninjau lokasi pasar tradisional Cukir usai terbakar.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyiapkan anggaran sebesar Rp935.298.000 untuk membangun kembali kios pedagang Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, yang terdampak kebakaran.

Pembangunan akan dilakukan dengan konstruksi semi permanen agar para pedagang bisa segera kembali berjualan. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Jombang Warsubi saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Cukir.

Dalam kunjungan itu, Bupati Warsubi didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Selain meninjau lokasi, Bupati Warsubi juga menggelar audiensi dengan para pedagang untuk membahas solusi pembangunan kembali pasar yang terbakar.

Dari hasil pertemuan tersebut, para pedagang mengusulkan agar pasar tidak perlu dibangun dengan konstruksi permanen terlebih dahulu. Mereka berharap tersedia bangunan yang bisa segera digunakan untuk berjualan.

“Pedagang Pasar Cukir meminta tidak perlu bangunan permanen, yang penting bisa dipergunakan berjualan terlebih dahulu. Sementara kita bangun bangunan semi permanen, dengan listrik dan semuanya ditanggung oleh Pemkab Jombang. Saya instruksikan tadi, kalau sudah oke segera dibuat perencanaan, sehingga dapat dibangun dengan baik,” jelas Warsubi, Sabtu (31/10/2026).

Ia menyebut para pedagang berharap pembangunan kios semi permanen tersebut dapat segera diselesaikan. Dengan begitu, mereka bisa kembali menjalankan aktivitas perdagangan secara normal, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2027.

Warsubi menyebut pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Anggaran pembangunannya akan dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Jombang.

“Kami minta sampai dengan akhir Desember harus selesai. Saya berharap, saat Hari Raya Idulfitri 2027, semoga uang pedagang yang hilang akibat kebakaran, insyaallah akan dikembalikan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar pembangunan dilakukan sesuai perencanaan dengan memperhatikan kualitas material, khususnya bagian atap bangunan. Sementara kebutuhan instalasi listrik nantinya akan dipenuhi oleh Pemkab Jombang.

“Dengan dana yang telah disiapkan, kami harap bangunan ini dibangun dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Bangunlah yang baik, dengan atap yang baik dan kuat. Nantinya listrik akan dipasangkan oleh Pemkab Jombang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan pascakebakaran Pasar Cukir.

Menurutnya, sejak awal kejadian, Bupati Jombang telah menginstruksikan BPBD untuk melakukan penanganan. Selanjutnya, sejumlah organisasi perangkat daerah terkait diperintahkan menyusun langkah penanganan agar para pedagang bisa segera kembali beraktivitas.

“Dari awal kejadian, Bupati Jombang memerintahkan BPBD Jombang untuk penanganan kebakaran. Setelah itu Bupati memerintahkan dinas terkait untuk melaksanakan rapat koordinasi penanganan kejadian ini, sehingga pedagang dapat segera beraktivitas dan berjualan,” jelas Wiku.

Wiku menambahkan, saat ini proses penerbitan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat sedang berjalan. SK tersebut menjadi salah satu dasar pencairan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung pembangunan kembali kios Pasar Cukir.

Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi menjelaskan, kebutuhan anggaran pembangunan pasar semi permanen tersebut diperkirakan mencapai Rp935.298.000.

Dari sisi konstruksi, bangunan akan menggunakan rangka baja ringan dengan penutup atap galvalum. Sementara untuk bagian pintu, akan digunakan material kalsiboard dan multipleks karena bangunan tersebut masuk kategori semi permanen.

“Nanti spesifikasi bangunan akan dibuat rangka baja ringan, atap galvalum. Dengan kategori semi permanen, tidak diperkenankan menggunakan pintu rolling door, jadi mungkin nanti dari kalsiboard dan multipleks,” terang Imam.

Rencana pembangunan tersebut mendapat respons positif dari para pedagang. Salah seorang perwakilan pedagang mengapresiasi langkah Pemkab Jombang yang menanggung kebutuhan pembangunan kios, termasuk atap, pintu, dan instalasi listrik.

“Tadi telah disampaikan, listrik, atap, pintu, semua dibiayai oleh pemerintah. Sementara bisa digunakan dengan baik walaupun semi permanen, sehingga dalam dua bulan ini dapat diproses pembangunannya. Terima kasih, Abah Bupati,” ujarnya.

Sebagai informasi, kebakaran Pasar Cukir mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp3 miliar. Sedikitnya tiga blok pasar dengan total 54 lapak terdampak dalam peristiwa tersebut.

Sambil menunggu pembangunan selesai, para pedagang yang terdampak kebakaran untuk sementara diperbolehkan menempati lapak-lapak kosong agar tetap bisa menjalankan aktivitas perdagangan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *