Daerah

Sumpah Pemuda 2026, Wahyu Hidayat Tantang Generasi Muda Malang Jadi Tangguh dan Berdaya Saing

9
×

Sumpah Pemuda 2026, Wahyu Hidayat Tantang Generasi Muda Malang Jadi Tangguh dan Berdaya Saing

Share this article
Sumpah Pemuda 2026, Wahyu Hidayat Tantang Generasi Muda Malang Jadi Tangguh dan Berdaya Saing
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama jajaran OPD usai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Malang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menegaskan bahwa generasi muda harus mampu menjawab tantangan zaman dengan meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan daya saing.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wahyu Hidayat dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Malang, Rabu (28/10/2026). Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

“Kami berharap pemuda-pemuda Kota Malang ini bisa maju, tetapi juga tangguh. Tantangan ke depan akan semakin berat dan harus kita hadapi bersama,” tegas Wahyu.

Ia menilai, kemajuan Kota Malang tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan generasi muda melalui gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata menjadi bagian penting untuk mendorong pembangunan yang lebih baik.

Karena itu, Wahyu menekankan pentingnya membangun kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan pemuda. Menurutnya, potensi generasi muda perlu diarahkan agar mampu menghasilkan karya sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Harapan saya besar kepada pemuda-pemuda Kota Malang. Mereka nantinya yang akan membawa Kota Malang menjadi lebih baik. Tanpa kolaborasi dan sinergi yang baik antara pemerintah dengan pemuda, upaya membangun Kota Malang akan sulit berjalan maksimal,” ujarnya.

Wahyu juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Malang dalam mendukung pengembangan generasi muda. Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong pemuda untuk terus berkarya, mengasah kemampuan, serta memanfaatkan peluang di tengah perkembangan teknologi.

“Dengan semangat pemuda saat ini, potensi yang luar biasa, kreativitas, serta keterampilan yang dimiliki, saya yakin pemuda Kota Malang bisa berkiprah dan bersaing, khususnya di era digital,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Dr. Arif Tri Sastyawan, S.STP., M.Si., mengajak generasi muda menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai dorongan untuk terus menghasilkan karya dan membangun energi positif.

Menurutnya, pemuda harus mengambil bagian dalam proses pembangunan, baik melalui pengembangan potensi diri maupun kontribusi yang mendukung program pemerintah.

“Melalui kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, kami mengharapkan pemuda, khususnya rekan-rekan semua, memiliki semangat untuk terus berkarya dan membangun energi positif bagi Pemerintah Kota Malang khususnya, serta pemerintah Indonesia pada umumnya,” ujar Arif.

Ia optimistis, potensi, kreativitas, dan keterampilan generasi muda Kota Malang dapat menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan pada era digital. Namun, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui semangat berkarya dan sinergi dengan berbagai pihak.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, S.T., M.M., menekankan bahwa esensi Sumpah Pemuda terletak pada komitmen untuk menyatukan perbedaan demi menjaga keutuhan bangsa.

Menurutnya, keberagaman suku, agama, ras, etnis, dan budaya bukan menjadi penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Bagaimana 28 Oktober ini menjadi momentum berkumpulnya seluruh pemuda untuk menyatukan ikrar di tengah perbedaan suku, agama, etnis, dan budaya, serta menyampaikan bahwa Indonesia itu satu. Inilah makna besar dari Sumpah Pemuda,” jelas Noer Rahman.

Ia menambahkan, semangat persatuan tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya kalangan pelajar di Kota Malang. Salah satu upaya yang didorong adalah melalui Forum Pemuda Kebangsaan yang mempertemukan pemuda dari beragam latar belakang.

Melalui forum tersebut, para pemuda diharapkan dapat memperkuat toleransi, membangun komunikasi lintas perbedaan, serta menumbuhkan rasa kebangsaan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memahami arti persatuan secara historis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, pemuda, khususnya para pelajar di Kota Malang, dapat terlibat dalam Forum Pemuda Kebangsaan. Mereka berasal dari berbagai suku, agama, dan ras, tetapi harus tetap bersatu untuk membawa Kota Malang menjadi lebih baik,” pungkas Noer Rahman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *