Pendidikan

UIBU Malang Ubah Tradisi Sambut Mahasiswa Baru, Kampus C Jadi Ruang Tumbuh Wirausaha Muda

11
×

UIBU Malang Ubah Tradisi Sambut Mahasiswa Baru, Kampus C Jadi Ruang Tumbuh Wirausaha Muda

Share this article
UIBU Malang Ubah Tradisi Sambut Mahasiswa Baru, Kampus C Jadi Ruang Tumbuh Wirausaha Muda
Para Maba Universitas Insan Budi Utomo mengikuti pendalaman usai praktik entrepreneurship.(UIBU for Sudutkota.id)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang mengarahkan penyambutan mahasiswa baru 2026 tidak sekadar menjadi agenda pengenalan kampus, tetapi juga sebagai langkah awal membangun karakter, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.

Setelah mengawali rangkaian melalui kegiatan Sarapan Bareng Makanan Sehat (Sabar Mase), UIBU kini menghadirkan Entrepreneur Heppiee di Kampus C pada 19–31 Oktober 2026.

Melalui konsep tersebut, UIBU berupaya menghadirkan pengalaman awal perkuliahan yang lebih humanis sekaligus produktif. Mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal lingkungan akademik, tetapi juga didorong untuk mengembangkan gagasan, berinovasi, dan melihat peluang usaha sejak bangku kuliah.

Program Entrepreneur Heppiee mengusung tema Think Creative, Start Innovative, Grow Entrepreneurial. Tema ini menegaskan arah pengembangan mahasiswa agar mampu berpikir kreatif, memulai inovasi, dan menumbuhkan kemampuan berwirausaha.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa Entrepreneur Heppiee merupakan kelanjutan dari Sabar Mase dalam rangkaian besar Sinau Heppiee yang berlangsung pada 13–17 Oktober 2026.

Menurutnya, Sabar Mase dirancang untuk membangun kedekatan antar mahasiswa melalui kegiatan sederhana, yakni sarapan bersama dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Pendekatan tersebut menjadi fondasi sebelum mahasiswa baru memasuki tahap pengembangan potensi diri yang lebih luas.

“Melalui Sabar Mase, kami ingin mahasiswa baru merasa diterima, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIBU. Setelah fondasi kebersamaan terbentuk, mereka diajak mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan melalui Entrepreneur Heppiee,” jelas Riyanto, Rabu (21/10/2026).

Selama pelaksanaan Entrepreneur Heppiee, Kampus C UIBU Malang diproyeksikan menjadi ruang pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa baru.

Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari lokakarya kewirausahaan, diskusi bersama pengusaha berpengalaman, hingga pameran gagasan bisnis mahasiswa baru. Kegiatan ini diharapkan membuka wawasan mahasiswa mengenai proses mengembangkan ide menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut melibatkan mahasiswa lintas fakultas dan program studi. Dari Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK), peserta berasal dari Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, serta Pendidikan Biologi.

Sementara itu, Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) melibatkan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, serta Pendidikan Sejarah dan Sosiologi.

Adapun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mencakup mahasiswa Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.

Keterlibatan berbagai disiplin ilmu tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan melihat peluang inovasi dari sudut pandang yang berbeda.

Dengan demikian, pengembangan kewirausahaan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas jual beli, tetapi juga mencakup kemampuan memecahkan masalah, menciptakan solusi, dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rektor UIBU Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa peralihan dari Sabar Mase menuju Entrepreneur Heppiee merupakan bagian dari strategi pendidikan yang dirancang secara berkesinambungan.

Ia menilai, suasana kampus yang aman dan menyenangkan menjadi faktor penting untuk mendorong mahasiswa berani mengembangkan potensi serta menyampaikan gagasan.

“Kami di UIBU tidak ingin mahasiswa baru datang dengan rasa takut. Kami ingin mereka datang dengan rasa bahagia. Melalui Sabar Mase, kami buat mereka merasa menjadi keluarga. Setelah nyaman, baru kami ajak mereka untuk Think Creative, Start Innovative, dan Grow Entrepreneurial melalui Entrepreneur Heppiee di Kampus C,” ujar Nurcholis.

Ia juga menjelaskan bahwa filosofi Heppiee mencerminkan tujuh nilai, yakni Happy, Energic, Positif, Produktif, Inovatif, Empatik, dan Entrepreneurial.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi, baik dalam kegiatan akademik maupun aktivitas di luar kelas.

Menurut Nurcholis, kreativitas dan inovasi membutuhkan lingkungan yang mendukung. Karena itu, pengembangan kemampuan kewirausahaan perlu berjalan seiring dengan upaya membangun rasa aman, kenyamanan, dan kebersamaan di lingkungan kampus.

Selain mengembangkan jiwa kewirausahaan, UIBU juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

Kampus tersebut menyatakan komitmennya untuk menerapkan prinsip zero tolerance terhadap perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang menghargai perbedaan, menjunjung kepedulian terhadap sesama, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkembang tanpa intimidasi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep penyambutan mahasiswa baru yang mengedepankan penguatan hubungan sosial sebelum memasuki proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.

Entrepreneur Heppiee merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian program Heppiee UIBU Malang yang berlangsung selama beberapa bulan.

Agenda tersebut diawali melalui Ngopi Heppiee pada 17–30 September 2026, dilanjutkan Sinau Heppiee pada 1–17 Oktober, kemudian Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober 2026.

Setelah itu, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut melalui Siakad Heppiee pada 1–12 November, Samba Heppiee pada 21 November, dan ditutup dengan International Fun Run Heppiee pada 6 Desember 2026.

Melalui rangkaian tersebut, UIBU ingin memperluas pengalaman mahasiswa baru agar tidak terbatas pada kegiatan akademik di ruang kelas. Mahasiswa juga diharapkan memperoleh ruang untuk membangun relasi, mengembangkan potensi, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja.

Nurcholis menegaskan, pengembangan mahasiswa perlu diarahkan agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang studinya, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Melalui rangkaian yang panjang ini, kami ingin menghadirkan pengalaman menjadi mahasiswa yang utuh, tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan kampus yang dinamis, sehat, penuh kebersamaan, membahagiakan, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *