Daerah

Drainase Lama Sering Tersumbat, DPUBM Kabupaten Malang Tuntaskan Saluran Baru di Cepokomulyo

18
×

Drainase Lama Sering Tersumbat, DPUBM Kabupaten Malang Tuntaskan Saluran Baru di Cepokomulyo

Share this article
Drainase Lama Sering Tersumbat, DPUBM Kabupaten Malang Tuntaskan Saluran Baru di Cepokomulyo
Lokasi pembangunan drainase tertutup dan penataan trotoar di ruas Jalan K1 Kepanjen-Pagak, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang telah rampung dikerjakan dengan progres fisik mencapai 100 persen.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Persoalan drainase di kawasan Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai mendapat penanganan menyeluruh.

Saluran lama yang memiliki dimensi kurang memadai dan kerap mengalami sumbatan kini diganti dengan sistem drainase tertutup menggunakan pipa beton bertulang.

Pembangunan drainase tersebut berada di ruas Jalan K1 Kepanjen-Pagak, Desa Cepokomulyo. Selain membenahi sistem pengaliran air, pekerjaan juga dibarengi dengan penataan trotoar sepanjang kurang lebih 135 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T., mengatakan kondisi drainase eksisting menjadi salah satu alasan utama dilakukannya penanganan di lokasi tersebut.

“Kondisi eksistingnya berupa drainase beton dengan dimensi yang kurang memadai. Di beberapa bagian juga banyak terjadi sumbatan yang menghambat aliran air, sehingga perlu dilakukan penanganan dengan pembangunan drainase yang lebih memadai,” ujar Khairul, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, penanganan dilakukan dengan membangun drainase tertutup menggunakan Reinforced Concrete Pipe (RCP) berdiameter 80 sentimeter. Sistem tersebut diharapkan mampu memberikan ruang aliran yang lebih baik dibandingkan kondisi saluran sebelumnya.

“Kita lakukan pembangunan drainase tertutup menggunakan RCP diameter 80 sentimeter. Pekerjaan ini sekaligus terintegrasi dengan penataan trotoar sepanjang kurang lebih 135 meter,” jelasnya.

Khairul menegaskan, pekerjaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan pembuangan air. Penataan kawasan juga diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih layak bagi masyarakat yang menggunakan trotoar.

Trotoar yang dibangun dilengkapi guiding block sebagai fasilitas pendukung bagi pejalan kaki. Dengan demikian, penanganan infrastruktur di lokasi tersebut mencakup dua kebutuhan sekaligus, yakni memperbaiki sistem drainase dan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas di sisi jalan.

“Dampaknya diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan aktivitas masyarakat melalui penataan trotoar yang dilengkapi guiding block,” kata Khairul.

Di sisi lain, keberadaan drainase yang lebih memadai juga diharapkan mampu mengurangi persoalan limpasan air permukaan ketika hujan turun. Air hujan yang sebelumnya berpotensi terhambat akibat kapasitas saluran dan sumbatan diarahkan agar dapat mengalir melalui saluran yang telah dibangun.

“Penanganan drainase ini juga membantu mengalirkan limpasan air permukaan saat hujan, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya genangan pada badan jalan,” terang Khairul.

Hal tersebut menjadi perhatian karena ruas Jalan K1 Kepanjen-Pagak merupakan jalur yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Genangan di badan jalan bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga dapat mengurangi kenyamanan pengguna jalan dan mempercepat penurunan kondisi konstruksi apabila berlangsung berulang.

Karena itu, menurut Khairul, pembangunan drainase perlu dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi jalan secara keseluruhan, bukan semata-mata pekerjaan membuat saluran air.

Selain saluran baru, keberadaan trotoar yang lebih tertata diharapkan membuat kawasan tersebut semakin nyaman bagi pejalan kaki. Pemasangan guiding block juga menjadi bagian dari upaya menyediakan fasilitas pedestrian yang lebih inklusif.

“Pekerjaan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi kelancaran aliran air maupun kenyamanan aktivitas warga di kawasan tersebut,” pungkas Khairul.

Berdasarkan laporan DPUBM Kabupaten Malang, progres fisik pembangunan drainase dan trotoar di Desa Cepokomulyo tersebut kini telah mencapai 100 persen.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *