Daerah

Susur Sungai Bango Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Kapolresta Malang Kota Soroti Ancaman Sampah dan Banjir

15
×

Susur Sungai Bango Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Kapolresta Malang Kota Soroti Ancaman Sampah dan Banjir

Share this article
Susur Sungai Bango Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Kapolresta Malang Kota Soroti Ancaman Sampah dan Banjir
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS bersama unsur TNI, pemerintah daerah dan peserta saat mengikuti kegiatan Susur Sungai Bango 2026.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Menjaga sungai tidak cukup hanya dilakukan ketika sampah sudah menumpuk atau banjir mulai mengancam. Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Susur Sungai Bango 2026 yang melibatkan sekitar 100 peserta lintas instansi, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan SPAM Bango, Jalan Simpang Sulfat Utara, Kota Malang, tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap kebersihan sungai sekaligus memastikan keberlangsungan sumber air yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan, persoalan sungai tidak bisa dipandang sebatas urusan kebersihan lingkungan. Kondisi aliran sungai juga berkaitan erat dengan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, terutama ketika debit air meningkat.

“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga sumber air dan kebersihan sungai, sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim hujan,” kata Danang saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan ke sungai dapat menjadi persoalan serius ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Tumpukan sampah berpotensi menghambat aliran air, menyumbat saluran dan memperbesar risiko munculnya persoalan di sejumlah titik.

Karena itu, Danang mendorong upaya pencegahan dilakukan dari tingkat lingkungan masyarakat. Peran Bhabinkamtibmas juga diarahkan untuk terus mengedukasi warga, salah satunya melalui pemasangan banner larangan membuang sampah ke sungai.

“Polresta Malang Kota siap bersinergi dalam mitigasi sungai yang melintas, mengingat di Kota Malang dilewati aliran Sungai Brantas, baik dari Kota Batu maupun wilayah Kabupaten Malang sisi utara,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menyusuri aliran Sungai Bango mulai dari kawasan Perum Jasa Tirta I SPAM Bango, kemudian menuju kawasan Sungai Kali Sari Mangliawan yang berada di perbatasan Kabupaten dan Kota Malang sisi timur, hingga Jembatan Jalan Ranugrati, Sawojajar.

Susur sungai ini sekaligus mempertemukan berbagai unsur yang memiliki kepentingan langsung terhadap lingkungan, kebencanaan maupun pengelolaan sumber daya air. Peserta berasal dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, pengelola sumber daya air, BPBD, PMI dan sejumlah unsur terkait lainnya.

Usai memberangkatkan peserta, Danang bersama pejabat terkait juga melakukan pengecekan kawasan DAM yang berfungsi mengatur pembagian aliran air di SPAM Sungai Bango.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus lingkungan di sekitar sistem pengelolaan air.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Brantas 1, Arief Satria Marsudi, ST, MT, IPM, mengatakan keberadaan SPAM Bango memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air masyarakat Kota Malang.

“Susur sungai ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di sekitar SPAM Bango,” ujar Arief
.
Ia berharap kepedulian terhadap kawasan sungai tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekitar SPAM Bango sehingga fungsi fasilitas tersebut dapat dipertahankan secara optimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Danramil 0833-03/Blimbing, Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, perwakilan Lanal Malang, personel Polres Malang, BPBD Kota Malang, PMI Kota Malang serta peserta lainnya.

Susur Sungai Bango 2026 akhirnya bukan sekadar agenda menyusuri bantaran sungai. Di tengah ancaman perubahan cuaca dan memasuki periode yang perlu diantisipasi menghadapi musim hujan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga sungai berarti menjaga dua hal sekaligus: mengurangi risiko bencana dan mempertahankan keberlanjutan sumber air masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *