Daerah

Beras Premium Langka di Pasaran, Pemkot Malang Mulai Bidik Gudang dan Distributor

12
×

Beras Premium Langka di Pasaran, Pemkot Malang Mulai Bidik Gudang dan Distributor

Share this article
Beras Premium Langka di Pasaran, Pemkot Malang Mulai Bidik Gudang dan Distributor
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi saat memberikan keterangan terkait menurunnya pasokan beras premium di sejumlah pasar Kota Malang.(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Beras premium mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar Kota Malang. Di tengah kebutuhan masyarakat yang masih tinggi, pasokan justru disebut mengalami penurunan.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Malang mulai memperketat pengawasan dan bersiap menelusuri keberadaan stok di tingkat gudang maupun produsen.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan pihaknya akan kembali melakukan pengecekan terhadap rantai pasokan beras premium. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab menurunnya pasokan di pasar.

“Kami akan melakukan cek lagi. Kemarin kan sudah pantauan untuk beras itu, dan beras premium. Nanti kami akan cek ke gudang, kemudian yang kedua akan cek juga informasi untuk produsen,” ujar Eko, Rabu (9/9/2026).

Menurut Eko, hasil pengecekan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan menentukan langkah pemerintah. Tidak menutup kemungkinan Pemkot Malang melakukan operasi pasar apabila kondisi pasokan terus menurun.

“Setelah itu, baru nanti akan kita laporkan ke pimpinan apakah perlu adanya operasi pasar, atau mungkin perlu adanya intervensi dari pemerintah terkait dengan beras premium yang di pasar ini mulai menurun,” katanya.

Eko mengungkapkan, berdasarkan pantauan dan komunikasi dengan sejumlah pedagang, suplai beras premium ke pasar memang mengalami penurunan.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah meningkatnya harga pengambilan beras dari distributor. Pedagang akhirnya harus menyesuaikan harga jual karena mendapatkan beras dengan harga lebih tinggi.

“Memang suplai untuk beras premium sedikit ada penurunan karena nilai pengambilan dari distributor sudah besar, sudah tinggi. Sehingga mereka juga akan menjual lebih dari harga distributor,” jelasnya.

Persoalan menjadi semakin pelik karena masyarakat masih mencari beras premium. Artinya, ketika permintaan tetap ada sementara suplai menyusut, tekanan terhadap harga berpotensi semakin besar.

Eko menegaskan, secara umum stok beras di Kota Malang masih aman. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan terbatasnya beras premium di pasar.

“Yang perlu dipastikan sampai hari ini bahwa Malang untuk stok beras itu tidak ada permasalahan,” ujarnya.

Untuk beras medium dan SPHP, Eko memastikan ketersediaannya masih ada.

“Medium, SPHP juga sudah ada, masih ada SPHP,” tambahnya.

Diskopindag juga telah melakukan pemantauan terhadap sejumlah distributor yang memasok beras ke pasar-pasar Kota Malang.

Eko menyebut salah satunya berada di kawasan Kidul Pasar, yakni Sumber Rejeki. Pemantauan juga dilakukan di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat).

“Kalau distributornya banyak sekali. Ada di Kidul Pasar itu Sumber Rejeki, kemudian kemarin sudah kita cek juga di Suhat. Banyak sekali distributor pasar untuk beras,” ungkapnya.

Namun, banyaknya distributor ternyata belum otomatis membuat pasokan beras premium kembali normal. Di lapangan, suplai masih disebut terbatas.

Salah satu faktor yang disebut memengaruhi kondisi tersebut adalah siklus pertanian. Saat ini petani memasuki musim tanam dan belum memasuki masa panen.

“Sekarang kan lagi musim tanam, belum musim panen. Itu salah satu penyebabnya,” kata Eko.

Menurunnya pasokan tentu memunculkan pertanyaan: ke mana stok beras premium yang seharusnya beredar di pasar?

Apakah benar semata-mata karena faktor musim dan tingginya harga dari distributor, atau terdapat persoalan lain dalam rantai distribusi?

Eko belum mau menyimpulkan adanya praktik penimbunan. Menurutnya, dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pengecekan di lapangan.

“Saya belum bisa memastikan sampai ke sana. Pasti nanti kita akan kerja sama dengan jajaran samping, Satgas Pangan, kita akan juga turun ke lapangan,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *