Daerah

Dugaan Keracunan MBG Jombang, Polisi Cek Distribusi Makanan ke SMPN 1 Kabuh

5
×

Dugaan Keracunan MBG Jombang, Polisi Cek Distribusi Makanan ke SMPN 1 Kabuh

Share this article
Dugaan Keracunan MBG Jombang, Polisi Cek Distribusi Makanan ke SMPN 1 Kabuh
Siswa SMPN 1 Kabuh saat menjalani perawatan kesehatan di Puskesmas. (foto: sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id– Ratusan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (02/09/2026). Polisi kini mulai menyelidiki kejadian tersebut.

Kapolsek Kabuh AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG ke SMPN 1 Kabuh.

“Kami akan menggali informasi lebih dalam dengan menggandeng pihak sekolah, dan juga menggali informasi dari kepala dapur SPPG,” kata Yogie, Jumat (4/9/2026).

Saat ini, polisi masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Sebagian siswa telah mendapat penanganan medis, baik melalui observasi maupun perawatan di rumah sakit.

Sejumlah siswa yang kondisinya membaik juga telah diperbolehkan kembali ke rumah.

Yogie menegaskan, polisi belum dapat memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Dugaan keracunan makanan juga belum dapat disimpulkan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Selain mendata kondisi para siswa, polisi akan menelusuri distribusi MBG yang berasal dari SPPG terkait. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat serta memastikan apakah keluhan serupa terjadi di lokasi lain.

“Untuk informasi sementara, baru di SMPN 1 Kabuh saja kejadian ini. Kami masih menggali informasi berapa penerima manfaat dari SPPG terkait dan jalur distribusinya ke mana saja,” ujarnya.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian, menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada Rabu terdiri dari nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli, serta pepaya.

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan, mulai dari mual, muntah hingga diare. Namun, pihak sekolah dan kepolisian baru menerima informasi mengenai keluhan tersebut pada Kamis (3/9/2026) pagi.

“Mereka mengalami mual, muntah ataupun diare. Namun, pihak sekolah maupun kami dari kepolisian baru diberi informasi pada Kamis (3/9/2026) pagi,” ungkap Yogie.

Sementara itu, Pemilik SPPG Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sumadi, menyatakan kesediaannya menanggung biaya pengobatan para siswa.

“Yang jelas biaya pengobatannya akan kita tanggung sembari menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Jombang, apakah penyebabnya menu MBG atau yang lainnya,” kata Sumadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang bakal mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bergizi gratis (MBG) ke SMPN 1 Kabuh.

Evaluasi dilakukan setelah sebanyak 256 warga sekolah, termasuk siswa dan guru, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG. Data tersebut merupakan hasil validasi Dinkes Jombang hingga Kamis (3/9/2026).

Kepala Dinkes Jombang dr Hexa mengatakan, evaluasi SLHS dilakukan untuk memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG sesuai dengan ketentuan.

“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” ujar Hexa, Kamis (3/9/2026).

Selain mengevaluasi standar higiene dan sanitasi, petugas Dinkes Jombang juga mengambil sejumlah sampel dari dapur SPPG untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan di SMPN 1 Kabuh.

Sampel yang diambil meliputi sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi, dan pepaya. Petugas juga mengambil sampel air yang digunakan di dapur SPPG.

“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” katanya.

Seluruh sampel tersebut selanjutnya dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *