Peristiwa

DPRD Jombang Desak Investigasi Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh

12
×

DPRD Jombang Desak Investigasi Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh

Share this article
DPRD Jombang Desak Investigasi Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh
Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDIP, Ama Siswanto.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mendapat sorotan DPRD Jombang.

Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ama Siswanto, meminta seluruh biaya pengobatan siswa yang mengalami keluhan kesehatan ditanggung.

Ia juga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab munculnya keluhan setelah siswa menyantap menu MBG. “Biaya harus ditanggung dan investigasi,” kata Ama Siswanto, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ama, dugaan insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius. Sebab, program MBG menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak sehingga keamanan dan kualitas pangan harus menjadi perhatian utama.

Ia menegaskan kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Terlebih, dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan trauma di kalangan orang tua siswa.

“Tidak boleh terjadi lagi karena orang tuanya trauma karena makan menu MBG,” ujarnya.

Ama meminta investigasi tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan siswa. Proses penyediaan makanan juga perlu ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga distribusi makanan ke sekolah.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lain.

“Hasil laboratorium harus menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Politikus PDIP dari daerah pemilihan (dapil) 5 Jombang itu menambahkan, hasil investigasi nantinya harus digunakan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab sekaligus memperbaiki sistem penyediaan makanan.

Evaluasi, kata Ama, harus menghasilkan perbaikan konkret agar standar keamanan makanan dalam program MBG benar-benar diterapkan dan kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kekhawatiran bagi siswa maupun orang tua.

Dugaan gangguan kesehatan tersebut terjadi setelah siswa SMPN 1 Kabuh menerima menu MBG, pada Rabu (2/9/2026). Hingga Kamis siang, tercatat 85 siswa dan empat guru mengalami keluhan kesehatan.

Keluhan yang dialami di antaranya mual, pusing, sakit perut dan diare. Sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh.

Sejumlah siswa juga menyoroti lauk udang saus Padang yang menjadi salah satu menu MBG. Mereka mengaku mencium aroma amis dan merasakan lauk tersebut terasa asam.

Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium. Hingga kini belum dapat dipastikan bahwa menu MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMPN 1 Kabuh.

Dokter Puskesmas Kabuh, Aditya Bimantara, mengatakan tujuh siswa yang masih menjalani perawatan mendapatkan infus serta obat antinyeri, antimual dan antimuntah. Mereka juga mendapatkan antibiotik untuk menangani diare.

Sementara itu, Pemilik SPPG Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sumadi, menyatakan kesediaannya menanggung biaya pengobatan para siswa.

“Yang jelas biaya pengobatannya akan kita tanggung sembari menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Jombang, apakah penyebabnya menu MBG atau yang lainnya,” kata Sumadi.

Sumadi menjelaskan proses memasak menu untuk pengiriman pertama dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dan dilakukan dalam empat tahapan. Makanan kemudian mulai dikirim ke sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

Pihak SPPG juga menyatakan akan melakukan koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya setelah hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 80 warga SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) menu udang.

Jumlah tersebut terdiri atas 76 siswa dan empat guru. Hingga Kamis (3/9) siang, sebagian besar siswa telah mendapatkan penanganan medis. Namun, tujuh siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh karena kondisinya lebih lemas.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara, mengatakan hingga pukul 11.30 WIB terdapat 70 siswa yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kabuh. Lima di antaranya saat itu masih menjalani rawat inap.

“Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujar Aditya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Aditya, keluhan mulai dirasakan para siswa sejak Rabu malam, beberapa jam setelah menyantap menu MBG. Mayoritas mengalami diare, sedangkan sebagian lainnya mengalami muntah hingga menyebabkan tubuh lemas.

Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, makanan yang dinilai memiliki rasa atau aroma kurang sedap adalah udang. Hal itu membuat dugaan sementara mengarah pada menu tersebut.

“Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menyebut udang,” katanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *