Daerah

Pertalite Malang Raya Disorot, Pertamina Akui Ada Penyesuaian Distribusi

21
×

Pertalite Malang Raya Disorot, Pertamina Akui Ada Penyesuaian Distribusi

Share this article
Pertalite Malang Raya Disorot, Pertamina Akui Ada Penyesuaian Distribusi
Aktivitas pengisian BBM di salah satu SPBU di Malang Raya. Pertamina memastikan penyaluran Pertalite tetap berjalan meski terjadi penyesuaian distribusi.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, di wilayah Malang Raya tengah mendapat perhatian. Pertamina Patra Niaga mengakui adanya penyesuaian volume distribusi dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan penyaluran Pertalite tetap berjalan dan tidak dihentikan.

Menurut Ahad, penyesuaian distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi stok di titik suplai serta kebutuhan BBM pada masing-masing wilayah.

“Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi,” ujar Ahad, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, Pertamina melakukan pengaturan volume secara terukur sebagai bagian dari upaya menjaga pemerataan pasokan antardaerah. Kondisi stok dan kebutuhan SPBU terus dipantau untuk menentukan pola distribusi berikutnya.

Pertamina juga mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM di Malang Raya. Kebutuhan Pertalite disebut meningkat sekitar 6 persen, sementara Biosolar naik sekitar 15 persen.

Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi aktivitas musim panen tebu dan meningkatnya mobilitas masyarakat seiring aktivitas pariwisata pada periode liburan.

Di tengah kenaikan kebutuhan tersebut, Pertamina sejak sekitar dua hari terakhir melakukan penyesuaian penyaluran Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang.

Ahad menegaskan, kebijakan itu dilakukan berdasarkan kondisi stok yang tersedia di titik suplai dan bukan berarti penyaluran Pertalite dihentikan.

“Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan akan menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan stok serta kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pertamina juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah panic buying yang justru berpotensi menimbulkan antrean panjang dan mengganggu pemerataan pasokan.

Masyarakat juga diminta lebih bijak menyikapi informasi mengenai kondisi BBM yang beredar di media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pertamina memastikan evaluasi pasokan akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Untuk memperoleh informasi resmi terkait ketersediaan dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *