Daerah

Pengelolaan Sampah Kota Malang Berbuah Penghargaan, Pekerjaan Rumah Belum Usai

31
×

Pengelolaan Sampah Kota Malang Berbuah Penghargaan, Pekerjaan Rumah Belum Usai

Share this article
Pengelolaan Sampah Kota Malang Berbuah Penghargaan, Pekerjaan Rumah Belum Usai
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menerima penghargaan pengelolaan sampah dan lingkungan asri, didampingi jajaran OPD terkait.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pengelolaan sampah Kota Malang mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kota Malang masuk jajaran daerah penerima penghargaan dalam Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari capaian Jawa Timur yang dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Penghargaan diserahkan dalam acara yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8/2026) malam. Untuk Kota Malang, penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Menurut Raymond, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap berbagai program dan kinerja Pemkot Malang dalam pengelolaan sampah serta upaya menjaga lingkungan.

“Penghargaan diterima oleh Bapak Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, didampingi para jajaran OPD terkait,” ujar Raymond.

Penilaian penghargaan tidak hanya melihat kebersihan secara kasatmata. Sejumlah indikator menjadi pertimbangan, di antaranya kinerja pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup, efektivitas program serta inovasi daerah yang dinilai memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Capaian tersebut tentu menjadi kabar positif bagi Kota Malang. Namun di sisi lain, penghargaan itu juga menghadirkan pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Sebab, persoalan sampah merupakan masalah perkotaan yang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah penduduk, aktivitas perdagangan, jasa, permukiman dan kegiatan masyarakat. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya memastikan sampah terangkut dari lingkungan warga.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, memperkuat pemilahan, meningkatkan pengolahan dan memastikan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Karena itu, penghargaan tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni atau sekadar menambah daftar prestasi pemerintah daerah.

Pemkot Malang perlu memastikan berbagai inovasi pengelolaan sampah benar-benar berjalan konsisten di lapangan dan dapat dirasakan masyarakat. Terlebih, keberhasilan pengelolaan sampah pada akhirnya bukan hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari seberapa jauh sampah dapat dikurangi dan lingkungan kota benar-benar menjadi lebih bersih dan sehat.

Raymond menegaskan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran DLH dan OPD terkait untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah dan lingkungan di Kota Malang.

“Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah dan lingkungan,” ujarnya.

Dengan penghargaan tersebut, Kota Malang kini memiliki modal reputasi. Namun pekerjaan rumah sebenarnya justru dimulai setelah penghargaan diterima: membuktikan bahwa predikat pengelolaan sampah dan lingkungan asri bukan sekadar label, melainkan kondisi nyata yang bisa dilihat dan dirasakan warga setiap hari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *