Daerah

Viral Video Pasangan Diduga Mesum di Taman Merjosari, DLH Malang Siapkan CCTV dan Tambah Pengawasan

42
×

Viral Video Pasangan Diduga Mesum di Taman Merjosari, DLH Malang Siapkan CCTV dan Tambah Pengawasan

Share this article
Viral Video Pasangan Diduga Mesum di Taman Merjosari, DLH Malang Siapkan CCTV dan Tambah Pengawasan
Pasangan muda-mudi terekam kamera amatir saat berada di area Taman Merjosari, Kota Malang. Video tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian DLH Kota Malang.(Foto:tangkapan layar)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Video amatir yang memperlihatkan sepasang muda-mudi diduga melakukan aksi mesum di area publik viral di media sosial. Rekaman tersebut disebut diambil di Taman Merjosari, Kota Malang, dan memicu sorotan terhadap pengawasan fasilitas ruang terbuka hijau.

Dalam video yang beredar, pasangan tersebut terlihat duduk berdua di bangku taman pada malam hari. Salah seorang tampak merangkul pasangannya dalam posisi yang dinilai tidak pantas dilakukan di ruang publik.

Menanggapi viralnya rekaman tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan pengawasan di Taman Merjosari akan diperketat. DLH juga menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penambahan penerangan hingga rencana pemasangan kamera pengawas atau CCTV.

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan pihaknya memang belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, viralnya video menjadi perhatian karena taman merupakan fasilitas publik yang harus tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Yang pasti itu dilarang. Saya memang belum dilapori, tapi untuk khusus Taman Merjosari, supaya tidak terjadi lagi, mungkin penerangan jalan atau penerangan taman akan ditambahi,” ujar Raymond saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026) kemarin.

Selain penerangan, DLH juga mengagendakan pemasangan CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan. Penataan vegetasi juga akan dilakukan dengan memangkas pohon yang terlalu rimbun agar kondisi taman lebih terang dan terbuka.

“Ke depannya diagendakan untuk pemasangan CCTV di lokasi tersebut. Berikutnya juga akan dilakukan perempesan pohon-pohon yang ada di sana supaya lebih terang,” jelasnya.

Persoalan pengawasan menjadi tantangan tersendiri bagi DLH. Saat ini, jumlah petugas Polisi Taman (Poltam) tidak sebanding dengan jumlah taman yang harus diawasi.

Raymond menyebut terdapat sekitar 90 taman di Kota Malang, sementara DLH hanya memiliki sembilan petugas Poltam. Kondisi tersebut membuat pengawasan tidak mungkin dilakukan secara maksimal di seluruh lokasi secara bersamaan.

“Untuk taman Merjosari memang kita cuma ada sembilan personel Poltam yang melihat kondisi taman. Tetapi dengan adanya 90-an taman yang ada di Kota Malang, dengan sembilan petugas kan sangat kurang,” katanya.

Karena keterbatasan personel, DLH akan memperkuat koordinasi dengan Satpol PP Kota Malang, seperti pola pengamanan yang selama ini diterapkan di Alun-Alun Merdeka.

“Ke depan kita akan kerja sama dengan teman-teman dari Satpol PP untuk menambah personel di sana,” tegas Raymond.

Pengawasan juga akan disusun berdasarkan tingkat keramaian dan potensi kerawanan masing-masing taman. Taman dengan tingkat kunjungan tinggi akan menjadi prioritas penambahan personel maupun fasilitas pengawasan.

Menurut Raymond, pengaturan ulang shift petugas menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan agar pengawasan tidak hanya terpusat pada jam tertentu.

“Yang pasti kami akan mencoba untuk shift petugas, yang akan kami tambahkan di lokasi tersebut,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *