Kriminal

Dibacok di Lahan Kosong Cemorokandang, Pengendara Vespa Luka Perut, Paha dan Tangan

22
×

Dibacok di Lahan Kosong Cemorokandang, Pengendara Vespa Luka Perut, Paha dan Tangan

Share this article
Dibacok di Lahan Kosong Cemorokandang, Pengendara Vespa Luka Perut, Paha dan Tangan
Pemotor Vespa berinisial AJ dievakuasi tim medis setelah ditemukan terluka akibat serangan senjata tajam di lahan kosong kawasan Cemorokandang.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Misteri aksi pembacokan terhadap seorang pengendara Vespa di kawasan Jalan Bandara Palmerah XV, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai terkuak.

Korban berinisial AJ (39), warga Jalan Danau Sentani Utara, Kelurahan Madyopuro, ditemukan terluka di tengah lahan kosong pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 19.25–19.30 WIB. Warga sekitar mendadak geger setelah mendengar teriakan dan keributan dari arah lahan kosong yang berada tidak jauh dari portal sisi selatan.

Imam, salah seorang warga sekitar, mengaku keluar rumah setelah mendengar suara keributan. Saat tiba di lokasi, sejumlah warga telah berkumpul dan mendapati korban dalam kondisi terluka.

“Setelah itu, saya keluar dan ternyata di bagian portal arah selatan sudah ramai-ramai warga. Ketika saya datang, ternyata ada seorang pria sudah berbaring dengan kondisi terluka parah,” ujar Imam, Minggu (30/8/2026).

Korban saat itu masih dalam kondisi sadar. Warga bersama petugas kemudian memberikan pertolongan sebelum AJ dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Peristiwa tersebut juga sempat direkam warga dan beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Facebook Fery Adriansa ke grup komunitas Wong Cemorokandang, tampak sejumlah orang memberikan pertolongan kepada seorang pria yang tergeletak dalam kondisi terluka.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol M Roichan membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut korban mengalami sejumlah luka yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

“Luka korban terdapat pada bagian perut sebelah kiri, paha sebelah kiri, dan telapak tangan sebelah kanan. Lokasi kejadian berada di tengah lahan kosong dekat Jalan Bandara Palmerah XV,” terang Roichan.

Terkait dugaan pembegalan yang sebelumnya beredar di masyarakat, polisi masih belum dapat memastikan motif maupun rangkaian kejadian secara utuh.

Menurut Roichan, penyidik masih membutuhkan keterangan korban untuk memastikan apakah kasus tersebut merupakan aksi pencurian dengan kekerasan atau penganiayaan.

“Masih dalam penyelidikan. Pelaku masih kami cari dan kami belum tahu apa pembegalan atau penganiayaan, karena korban masih di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” tegasnya.

Polisi kini melakukan pendalaman terhadap lokasi kejadian serta mengumpulkan informasi dari warga dan saksi. Penyidik juga memburu orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Sementara itu, kondisi korban masih dalam penanganan medis. Motif pembacokan dan kronologi lengkap peristiwa tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kejadian sebagai aksi begal sebelum hasil penyelidikan dan keterangan korban diperoleh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *