Daerah

Kota Malang Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Wahyu: Bukan Sekadar Apresiasi

14
×

Kota Malang Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Wahyu: Bukan Sekadar Apresiasi

Share this article
Kota Malang Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Wahyu: Bukan Sekadar Apresiasi
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Badung, Bali, Jumat (28/8/2026) malam.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.idPemerintah Kota Malang meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Badung, Bali, Jumat (28/8/2026) malam.

Dalam kategori tersebut, Kota Malang menjadi salah satu dari tiga pemerintah kota yang menerima penghargaan. Dua daerah lainnya adalah Kota Blitar dan Kota Surabaya. Untuk tingkat provinsi, penghargaan kategori yang sama diraih Jawa Timur dan Jawa Tengah, sedangkan tingkat kabupaten diberikan kepada Wonosobo, Sidoarjo, dan Ciamis.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan langkah Pemerintah Kota Malang dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan sampah.

Dalam siaran persnya, Wahyu menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Berbagai program dan gerakan kebersihan menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang dalam menekan persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat dan asri.

“Prestasi ini bukan kebetulan,” kata Wahyu.

Sejumlah langkah yang disebut dalam rilis Pemkot Malang di antaranya pengelolaan sampah, gerakan mengangkat sampah dan sedimen, serta program Ngalam Rijik.

Menurut Wahyu, berbagai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mencapai target pengelolaan sampah dan lingkungan asri.

“Ini merupakan satu semangat dan juga memberikan satu langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk bisa mencapai target berkaitan pengelolaan sampah dan lingkungan asri,” ujarnya.

Wahyu juga menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir. Justru, apresiasi itu harus menjadi dorongan untuk memastikan program pengelolaan sampah dan lingkungan terus berjalan secara berkelanjutan.

“Ini adalah bukti berlanjut ya, kalau dapat target yang kita harus buat. Dan ini langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Malang mendapatkan apresiasi,” tutur Wahyu.

Ajang penghargaan tersebut digelar Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai berprestasi dalam sejumlah pelayanan dasar. Selain pengelolaan sampah dan lingkungan asri, terdapat tiga kategori lainnya, yakni akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Penghargaan ini sekaligus menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai salah satu indikator penting kinerja pemerintah daerah. Namun bagi Kota Malang, capaian tersebut juga membawa tantangan lanjutan: memastikan predikat sebagai daerah berprestasi dalam pengelolaan sampah benar-benar berbanding lurus dengan kondisi lingkungan yang dirasakan masyarakat.

Wahyu pun mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kebersihan dan lingkungan Kota Malang. “Mari terus jaga kebersihan dan lingkungan kota tercinta untuk hari ini dan masa depan,” ajaknya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *