Daerah

Omzet KDKMP Blora Rata-rata Rp1,2 Juta per Hari, Namun 178 Gerai Belum Beroperasi

9
×

Omzet KDKMP Blora Rata-rata Rp1,2 Juta per Hari, Namun 178 Gerai Belum Beroperasi

Share this article
Omzet KDKMP Blora Rata-rata Rp1,2 Juta per Hari, Namun 178 Gerai Belum Beroperasi
Sebuah Kopdes di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora yang belum beroprasi.(Foto:sudutkota.id/Farros)

BLORA, Sudutkota.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora mulai menunjukkan aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah. Namun, di tengah target seluruh koperasi dapat beroperasi pada akhir 2026, sebagian besar gerai yang telah dibangun masih belum melakukan transaksi.

Pasiter Kodim 0721/Blora, Imaningsun, mengatakan dari 295 KDKMP yang telah berbadan hukum, sebanyak 233 titik telah terbangun. Namun, baru 55 gerai yang telah melakukan transaksi dan beroperasi.

“Kalau secara rata-rata per hari omzetnya sekitar Rp1,2 juta. Namun, itu naik turun dan tergantung barang yang tersedia,” kata Imaningsun di Blora (28/8/2026).

Omzet tersebut juga belum merata. Beberapa gerai bahkan hanya mencatat omzet minimal sekitar Rp600 ribu per hari. Kondisi tersebut dipengaruhi jenis serta ketersediaan barang yang dijual di masing-masing gerai.

178 Gerai Sudah Dibangun, Belum Beroperasi

Dari 233 titik yang telah terbangun, sebanyak 178 titik masih belum beroperasi. Secara fisik, gerai-gerai tersebut telah selesai dibangun, tetapi masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana serta distribusi barang dari pihak Agrinas.

Kondisi ini membuat pembangunan fisik belum sepenuhnya berbanding lurus dengan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Imaningsun menyebut persoalan stok juga masih menjadi kendala bagi KDKMP yang sudah beroperasi. Ketika persediaan barang menipis atau habis, laporan diteruskan kepada pihak terkait agar segera dilakukan pengisian.

“Kalau stok barang di KDKMP sudah menipis bahkan habis, harapannya bisa segera diisi ataupun dikirim,” ujarnya.

Masih Ada 62 Titik Belum Terbangun

Selain 178 gerai yang belum beroperasi, masih terdapat 62 titik KDKMP yang bahkan belum terbangun. Penyebabnya berkaitan dengan kesiapan lahan dan proses perizinan.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora untuk memastikan kesiapan lahan. Setelah persyaratan administrasi dan lokasi memenuhi ketentuan, usulan pembangunan akan dilaporkan kepada pihak Agrinas.

Dengan demikian, dari 295 KDKMP yang ditargetkan, baru 55 yang saat ini benar-benar menjalankan aktivitas transaksi. Sementara ratusan lainnya masih berada dalam tahap pembangunan maupun persiapan operasional.

Imaningsun berharap seluruh KDKMP dapat segera beroperasi sehingga keberadaannya benar-benar memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

“Kami berharap seluruh 295 KDKMP di Kabupaten Blora dapat terbangun dan beroperasi sesuai target pemerintah pada akhir 2026,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *