Ekonomi Bisnis

Susu Trenggalek Jangan Berhenti Jadi Komoditas Mentah, Novita Dorong Pengolahan dari Hulu ke Hilir

7
×

Susu Trenggalek Jangan Berhenti Jadi Komoditas Mentah, Novita Dorong Pengolahan dari Hulu ke Hilir

Share this article
Susu Trenggalek Jangan Berhenti Jadi Komoditas Mentah, Novita Dorong Pengolahan dari Hulu ke Hilir
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota DPR RI Novita Hardini saat melaunching Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi di Rumah Susu Trenggalek.(Foto:sudutkota.id/Staff)

TRENGGALEK, Sudutkota.id – Potensi susu di Kabupaten Trenggalek dinilai belum cukup jika hanya berhenti sebagai komoditas mentah. Nilai ekonomi yang lebih besar justru dapat diperoleh ketika susu peternak diolah menjadi produk siap konsumsi dan memiliki pasar yang jelas.

Persoalan rantai nilai tersebut menjadi perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota DPR RI Novita Hardini. Ia mendorong pengembangan pengolahan susu lokal dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonominya kembali lebih besar kepada masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Novita saat melaunching Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi di Rumah Susu Trenggalek, Rabu (26/8/2026). Melalui Koperasi PKK Trenggalek, susu lokal akan diolah menjadi produk siap konsumsi yang direncanakan didistribusikan kepada anak-anak sekolah.

“Trenggalek sebagai daerah penghasil susu seharusnya tidak hanya menjadi penyedia susu, tetapi juga mampu mengolah dan mendistribusikannya secara aman. Dengan begitu, potensi ekonomi lokal bisa semakin besar dan kebocoran nilai tambah dapat diminimalkan,” ujar Novita.

Rumah produksi tersebut saat ini memiliki kapasitas sekitar 400 liter susu per hari. Pengembangannya juga diarahkan untuk melibatkan masyarakat kelompok rentan, termasuk warga dalam kategori Desil 1 hingga 3.

Bagi Novita, pengolahan susu tidak semata-mata berkaitan dengan produksi pangan. Program tersebut juga menjadi ujian bagi Koperasi PKK agar tidak berhenti sebagai wadah konsumsi anggota, melainkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Koperasi PKK tidak hanya bersifat konsumtif bagi anggota, tetapi harus mampu memberdayakan masyarakat. Ini merupakan bagian dari semangat program pokok PKK sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan,” katanya.

Namun, pengembangan industri susu lokal tidak bisa hanya mengandalkan koperasi. Novita menilai diperlukan keterlibatan lintas sektor, mulai dari urusan peternakan, perindustrian, perdagangan hingga perizinan. Koordinasi tersebut diperlukan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan sekaligus memiliki akses pasar.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Program ini didukung dinas terkait agar pengolahan dan distribusi susu kepada anak-anak sekolah dapat dilakukan secara aman dan memenuhi ketentuan,” jelasnya.

Keterbatasan kapasitas produksi juga menjadi tantangan berikutnya. Pengelola Rumah Susu Trenggalek, Ucik Rohmad, mengatakan pengembangan rumah produksi di lokasi lain perlu dipertimbangkan untuk menjangkau sentra produksi susu yang tersebar di sejumlah wilayah.

Potensi tersebut terutama terdapat di Kecamatan Bendungan dan Pule serta sebagian wilayah Dongko. Jika kapasitas pengolahan dapat diperluas, susu lokal berpeluang tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki identitas daerah.

“Kalau daerah lain bisa, kita pun bisa. Trenggalek adalah daerah penghasil susu,” ujar Ucik.

Pengembangan Rumah Susu Trenggalek turut mendapat dukungan melalui hibah peralatan dari Kementerian Sosial. Pemerintah daerah juga dilibatkan melalui perangkat daerah yang menangani sektor perindustrian, sosial, peternakan, serta pelayanan perizinan.

Novita berharap pengembangan Susu Cu Ca Pi tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Jika kapasitas produksi, legalitas, kualitas produk, dan pasar dapat dibangun secara berkelanjutan, pengolahan susu lokal dapat menjadi salah satu cara meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat posisi peternak dalam rantai ekonomi susu Trenggalek.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *