Daerah

Tambakberas Jombang Diputihkan Ribuan Nahdliyin, Istighosah Jelang Muktamar NU

16
×

Tambakberas Jombang Diputihkan Ribuan Nahdliyin, Istighosah Jelang Muktamar NU

Share this article
Tambakberas Jombang Diputihkan Ribuan Nahdliyin, Istighosah Jelang Muktamar NU
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, saat doa bersama dan istighosah di Tambakberas. (foto: sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id -Ribuan warga Nahdliyin memadati halaman Gedung Serbaguna (GSG) Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Mereka menghadiri majelis doa bersama dan istighosah menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Kehadiran ribuan jemaah membuat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dipenuhi warga. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti istighosah yang menjadi bagian dari persiapan spiritual menjelang perhelatan akbar organisasi Islam tersebut.

Massa yang hadir terdiri dari Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, para santri, anggota Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI), serta masyarakat umum.

Sejak sore, jemaah mulai berdatangan dan memadati lokasi pelaksanaan istighosah. Majelis doa tersebut digelar di kawasan yang nantinya menjadi salah satu arena penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Sejumlah tokoh penting PBNU turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Sekretaris Steering Committee (SC) Panitia Muktamar Prof. Muh. Nuh, serta Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan.

Hadir pula jajaran pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Di antaranya KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq selaku Ketua Panitia Lokal Muktamar di Tambakberas dan KH Hasib Wahab Chasbullah.

Dalam tausiyahnya, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengingatkan pentingnya memperkuat ikhtiar spiritual di tengah situasi zaman yang penuh ketidakpastian.

Menurutnya, kondisi saat ini merupakan yaumal hal, yakni masa yang penuh ketidakmenentuan sehingga membutuhkan ketajaman mata hati dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Orang benar dibohongkan, orang bohong dibenarkan, pahlawan dianggap pengkhianat, pengkhianat dianggap pahlawan,” tutur Kiai Miftachul Akhyar, Jumat (21/8/2026).

Kiai Miftachul menegaskan, istighosah dan memperbanyak membaca istigfar menjadi salah satu sarana untuk memohon pertolongan sekaligus perlindungan Allah SWT.

Menurut dia, ikhtiar spiritual tersebut perlu berjalan beriringan dengan berbagai persiapan lahiriah yang telah dilakukan panitia untuk menyukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Sementara itu, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa majelis doa bersama tersebut menjadi landasan batin bagi seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar ke-35 NU.

“Kami berharap rangkaian Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dapat berlangsung aman, lancar, tertib, serta membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *