Daerah

81 Meter Merah Putih Membelah Bumiayu, 69 Linmas Tempuh Kirab 8 Kilometer

23
×

81 Meter Merah Putih Membelah Bumiayu, 69 Linmas Tempuh Kirab 8 Kilometer

Share this article
81 Meter Merah Putih Membelah Bumiayu, 69 Linmas Tempuh Kirab 8 Kilometer
Babinsa Kelurahan Bumiayu, Peltu Sugiyantoro, berada di depan barisan peserta kirab saat membawa bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Bumiayu, Kota Malang, Senin (17/8/2026).(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Merah putih sepanjang 81 meter membentang di tengah jalan Kelurahan Bumiayu, Kota Malang, Senin (17/8/2026). Bendera raksasa tersebut dikirab puluhan anggota Linmas bersama berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kirab ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di balik bentangan bendera yang dibawa secara estafet tersebut, terdapat kekompakan Linmas, tiga pilar kelurahan, perangkat RT/RW, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kelompok kesenian yang ikut menghidupkan suasana peringatan kemerdekaan.

Babinsa Kelurahan Bumiayu, Peltu Sugiyantoro, mengatakan pelaksanaan kirab menjadi bukti kuatnya guyub rukun masyarakat Bumiayu. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana karena seluruh unsur bergerak bersama, bukan hanya mengandalkan satu kelompok.

“Syukur alhamdulillah, pagi hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan kirab bendera sepanjang 81 meter sesuai dengan tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Sugiyantoro, Senin (17/8/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Linmas menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 69 anggota Linmas ikut terlibat dan berada di bawah pimpinan Komandan Peleton Linmas, Miswadi.

Selain Linmas, kegiatan juga didukung tiga pilar Kelurahan Bumiayu, yakni unsur kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Dukungan kemudian diperkuat perangkat RT dan RW, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat serta muda-mudi setempat.

Rangkaian kirab dimulai dari Kantor Kelurahan Bumiayu. Peserta kemudian bergerak menuju wilayah RW 1.

Di wilayah RW 1, dilakukan upacara pemberangkatan yang dipimpin langsung Lurah Bumiayu Mutasobiri. Setelah pemberangkatan, bendera merah putih sepanjang 81 meter dibentangkan dan dibawa oleh peserta menuju wilayah kelurahan.

Kirab tersebut dibagi dalam beberapa etape. Setelah etape pertama, peserta beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan pada etape kedua menuju Jalan Rajasa, tepatnya kawasan perempatan Kelurahan Bumiayu.

Di lokasi tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran bendera dalam rangka memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Pelaksanaannya direncanakan sekitar pukul 10.00 WIB. Total jarak yang ditempuh dalam kirab disebut mencapai kurang lebih 8 kilometer.

Kirab semakin meriah dengan keterlibatan kelompok kesenian masyarakat. Sugiyantoro menyebut sejumlah kesenian ikut ditampilkan, di antaranya Bantengan, Sakera dan pencak silat, selain kesenian lainnya.

Keterlibatan kelompok seni tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan di Bumiayu tidak hanya menjadi agenda pemerintahan atau Linmas, tetapi menjadi pesta kebersamaan masyarakat.

“Selain Bantengan yaitu ada Sakera, pencak silat, dan kesenian lainnya,” kata Sugiyantoro.

Menurutnya, persiapan kirab dilakukan sekitar satu minggu sebelum 17 Agustus. Persiapan relatif singkat tersebut bukan tanpa alasan. Kegiatan kirab bendera ini telah memasuki pelaksanaan ketiga, sehingga sebagian mekanisme dan koordinasi sudah dipahami oleh para pihak yang terlibat.

Sugiyantoro sendiri bertugas sebagai Babinsa Kelurahan Bumiayu. Dalam pelaksanaan di lapangan, ia menyebut mendapat dukungan dari Bhabinkamtibmas Aiptu Awang Wibisono serta Babinsa Kopral Kepala Aris.

Di balik kemeriahan kirab, Sugiyantoro menekankan adanya pesan penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat, khususnya warga Bumiayu dan Kota Malang.

Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi kesempatan untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk pesan dan kesannya, kita mengingat perjuangannya para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga menjadi sekarang ini yang sudah dirasakan oleh anak cucunya,” ujarnya.

Ia menegaskan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan apa yang telah diperjuangkan para pendahulu.

“Kita selaku penerus bangsa, kita tinggal melanjutkan dan mempertahankan serta mendukung apa yang sudah diperjuangkan oleh para leluhur kita, para pejuang,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *