JEMBER, Sudutkota.id – Bupati Jember, Dr Muhammad Fawait SE, MSc, mengungkapkan Jember saat ini menjadi lumbung pangan penopang pangan nasional.
Di tengah ancaman dinamika iklim global dan potensi fenomena alam seperti El nino, Kabupaten Jember mampu memposisikan diri sebagai salah satu lumbung pangan yang paling siap dan stabil. Bahkan masuk tiga besar penyumbang pangan nasional.
Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan pidato Presiden Prabowo ketika Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, mendengarkan secara daring dalam Rapat Paripurna DPRD Jember di ruang sidang utama gedung DPRD Jember.
Dalam pidato kenegaraan secara daring tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan berbagai capaian yang sudah dilakukan selama menjadi presiden. Salah satunya menyangkut ketahanan pangan.
“Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam 4 tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu 1 tahun,” ujar Presiden Prabowo dalam paparannya saat pidato kenegaraan sidang tahunan MPR bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT ke-18 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026).

Presiden Prabowo menjelaskan, di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, ternyata Indonesia mampu swasembada pangan.
“Soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman, dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino,” ujarnya.
Prabowo juga menyebutkan, selama memimpin Indonesia, harga pupuk berhasil diturunkan 20 persen. “Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Tetapi pada saat yang bersamaan, harga turun tapi volume ketersediaan pupuk bertambah untuk rakyat kita,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menyatakan, kini rakyat mudah mendapatkan pupuk. “Dan karena itulah produksi meningkat, dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan,” tegasnya.
Tentu pencapaian tersebut, kata Prabowo, berkat kerja tim yang membantu “Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri. Semuanya ini dengan semangat gotong royong, kita telah mencapai sesuatu prestasi yang diakui oleh dunia,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait usai mendengar pidato Presiden Prabowo menegaskan, berdasarkan capaian tahun sebelumnya, Kabupaten Jember berhasil menembus posisi tiga besar nasional dalam hal produksi padi dan beras.
Fawait meyakini capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui serangkaian intervensi strategis, seperti optimalisasi lahan pertanian, efisiensi irigasi pompa (irpom), serta sinergi erat dengan unsur TNI dan Polri.
“Sektor pangan di Jember sangat aman. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk infrastruktur pertanian serta pengawalan dari rekan-rekan TNI dan Polri, kami yakin Jember tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangannya sendiri, tetapi juga terus berkontribusi besar bagi pasokan pangan nasional,” tegasnya.




















