Sudutkota.id – “Fawait.., Fawait…, Fawait..,” teriak anak-anak menyambut kedatangan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi dan Konsulat Jenderal Australia di Jawa Timur, Glen Askew dalam event Festival Egrang ke-14 yang digelar di komunitas Tanoker Ledokombo, Kabupaten Jember, pada Sabtu (8/8/2026),
Kedatangan mereka juga disambut langsung Direktur Tanoker Farha Cicik. Keceriaan anak-anak nampak sekali saat mereka menampilkan atraksi egrang. Tidak heran jika Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri mengapresiasi festival egrang yang digelar tiap tahunnya ini.
Melihat ekosistem komunitas yang hidup di Ledokombo, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi tinggi.
“Saat ini, kita menghadapi masalah luar biasa. Masih tingginya kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak. Kami menganalisa ada lima penyebabnya,” ujarnya. Antara lain, soal kemiskinan, pola asuh anak, media sosial, lingkungan,dan pernikahan di usia anak.

Untuk itu, kata dia, perlu kolaborasi semua pihak untuk mengatasinya. “Kita mendorong permainan tradisional menjadi solusi untuk anak-anak kita bagaimana mengurangi waktu luang mereka dalam menggunakan gadget,” katanya.
“Jadi apa yang dilakukan oleh Tanoker Ledokombo ini luar biasa. Jauh lebih maju daripada inisiasi yang kami sampaikan,” tandasnya.
Dijelaskan permainan tradisional berbasis kearifan lokal punya filosofi yang sangat tinggi, karena di permainan tradisional tidak ada yang sendiri minimal dimainkan berdua.
“Bagaimana mereka saling kerjasama saling support, saling antri, dan jujur Ini diperlukan dalam membangun karakter anak indonesia,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Jember, Muhammad Fawait juga mengapresiasi festival egrang yang digelar.
“Semangat dan cintanya luar biasa untuk memajukan Kabupaten Jember dan Indonesia,” ujarnya.
Di hadapan Menteri PPPA, Bupati Fawait sempat menjelaskan terkait berbagai program Jember yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan lansia.
“Kami berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fawait memberitahukan bahwa sejak 1 April 2026, seluruh warga Jember bisa berobat gratis melalui program UHC (Universal Health Coverage). Termasuk program home care bagi warga tidak mampu dan miskin ekstrim, lansia, ibu hamil risiko tinggi, dan penyandang disabilitas.
“Kitab juga berikhtiar mengurai bagaimana angka kemiskinan di Kabupaten Jember turun,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Tanoker, Farha Cicik menjelaskan, festival egrang kali ini diikuti 21 penampil dari berbagai kalangan. “Festival egrang adalah sebuah puncak karya masyarakat Ledokombo dimana berbagai elemen dari anak-anak hingga lansia mempertunjukkan Karya terbaiknya.
“Mereka yang selama ini jadi penonton, saat ini jadi pemain utamanya. Acara ini merupakan rangkaian dari berbagai festival egrang,” ujarnya
Ditambahkan, membangun harmonitas melalui tradisi adalah sesuatu yang sengaja diungkapkan, dikedepankan, dalam festival egrang yang ke-14 ini.
“Ini adalah sebuah kolaborasi yang gemuk dari berbagai unsur nasional, lokal maupun internasional. Pemerintah dan juga masyarakat,” ujarnya.




















