Pendidikan

Sebanyak 28 SD di Jombang Berpeluang Dapat Bantuan Revitalisasi, Ini Penjelasan Disdikbud

8
×

Sebanyak 28 SD di Jombang Berpeluang Dapat Bantuan Revitalisasi, Ini Penjelasan Disdikbud

Share this article
Sebanyak 28 SD di Jombang Berpeluang Dapat Bantuan Revitalisasi, Ini Penjelasan Disdikbud
Ilustrasi bangunan SD di Jombang.(Foto : sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Program revitalisasi SD di Kabupaten Jombang, Jawa Timur berpeluang bertambah pada 2026.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mengungkapkan sebanyak 28 sekolah dasar masuk daftar calon penerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Namun, kepastian bantuan tersebut masih menunggu tahapan bimbingan teknis (Bimtek) dari Kementerian Pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan 28 sekolah tersebut belum bisa dipastikan sebagai penerima bantuan karena masih harus mengikuti proses yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Ada tambahan 28 sekolah. Namun kepastiannya masih menunggu undangan Bimtek dari kementerian. Kalau sudah mengikuti Bimtek, berarti bantuan itu sudah dipastikan,” ujar Rhendra, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, hingga kini program revitalisasi sekolah yang telah dipastikan berjalan di Kabupaten Jombang mencakup delapan sekolah dasar.

Delapan sekolah tersebut yakni SDN Wonosalam 5, SDN Sumberjo Wonosalam, SDN Kudubanjar Kudu, SDN Sukoiber Gudo, SDN Brambang Diwek, SDN Mlaras Sumobito, SDN Ngudirejo Diwek, dan SDN Wangkalkepuh Gudo.

Rhendra menjelaskan, mekanisme bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat berbeda dengan program rehabilitasi yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pada program revitalisasi, pelaksanaan dilakukan secara swakelola sehingga dana langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah,” tuturnya.

Besaran anggaran yang diterima setiap sekolah juga tidak sama. Nilai bantuan disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan sarana prasarana di masing-masing satuan pendidikan.

“Ada yang Rp500 juta, Rp700 juta, bahkan ada yang Rp900 juta. Rekap total anggarannya masih kami tunggu dari masing-masing sekolah karena dana langsung dikelola sekolah,” jelasnya.

Disdikbud Jombang berharap seluruh sekolah yang masuk daftar tambahan calon penerima bantuan dapat memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat. Dengan demikian, semakin banyak sekolah yang mendapatkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Mudah-mudahan semuanya di-ACC. Sekarang tinggal menunggu pemanggilan Bimtek dari kementerian,” tuturnya.

Selain menjalankan program revitalisasi dari pemerintah pusat, Disdikbud Kabupaten Jombang juga melanjutkan program rehabilitasi sekolah yang didanai melalui APBD serta pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

Saat ini, rehabilitasi berlangsung di 19 sekolah dasar dengan masa pengerjaan antara 45 hingga 60 hari, bergantung pada jenis pekerjaan.

Penetapan sekolah penerima program revitalisasi dilakukan berdasarkan data kondisi sarana dan prasarana yang diinput masing-masing sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Data tersebut menjadi dasar pemerintah pusat dalam menentukan sekolah yang layak menerima bantuan revitalisasi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *