Daerah

Puguh Dukung Edukasi Pencegahan LGBT di SD, Minta Orang Tua Ikut Dilibatkan

36
×

Puguh Dukung Edukasi Pencegahan LGBT di SD, Minta Orang Tua Ikut Dilibatkan

Share this article
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan dukungannya terhadap rencana edukasi pencegahan LGBT di sekolah. (Foto: Sudutkota.id/Ozzy)

Sudutkota.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendukung rencana Kementerian Agama memasukkan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBT ke dalam kurikulum pendidikan mulai kelas IV sekolah dasar (SD).

Menurut legislator Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya itu, langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk memperkuat pembentukan karakter anak sejak usia dini melalui pendidikan berbasis nilai agama.

“Menurut saya rencana Kemenag ini bagus. Solusi paling mendasar mencegah penyimpangan seksual adalah dengan memberikan pemahaman agama yang baik sejak kecil. Agama menjadi fondasi membangun karakter anak,” ujar Puguh di Surabaya, Jumat (24/7/2026).

Puguh menilai materi yang disampaikan di sekolah tidak sekadar menambah pengetahuan siswa, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga nilai moral dan norma agama dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, ia mengingatkan agar penyusunan materi dilakukan secara hati-hati dan disesuaikan dengan jenjang usia peserta didik. Selain itu, guru yang menyampaikan materi juga harus memiliki pemahaman yang sama agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.

“Materi harus disusun utuh dan lengkap. Pendekatannya juga harus tepat. Guru yang mengajar juga perlu punya pemahaman yang sama supaya pesannya tidak menimbulkan salah tafsir,” katanya.

Ia berharap materi tersebut benar-benar menjadi sarana penguatan karakter siswa dan tidak memunculkan rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap materi yang disampaikan.

Selain pendidikan di sekolah, Puguh menegaskan peran keluarga tetap menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter anak.

“Pembelajaran di kelas bagus sebagai langkah pencegahan. Tapi penyuluhan kepada orang tua juga penting. Waktu anak di rumah jauh lebih banyak daripada di sekolah, sehingga peran orang tua sangat menentukan,” tegasnya.

Karena itu, ia mengusulkan setiap sekolah tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga menyelenggarakan penyuluhan bagi orang tua atau wali murid agar pendidikan di sekolah sejalan dengan pola asuh di rumah.

“Jangan sampai yang diajarkan di sekolah berbeda dengan yang diterapkan di rumah,” ujarnya.

Puguh menambahkan, upaya penguatan pendidikan karakter memerlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus kita jaga. Penguatan pendidikan karakter, nilai agama, dan keterlibatan keluarga harus berjalan bersama agar anak-anak terlindungi dari pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *