Daerah

Perkuat Mitigasi Bencana, Dinsos Jombang Latih 70 Tagana dan TKSK

11
×

Perkuat Mitigasi Bencana, Dinsos Jombang Latih 70 Tagana dan TKSK

Share this article
Suasana kegiatan peningkatan kompetensi Tagana dan TKSK Jombang. (Foto: Sudutkota.id/Elok Aprianto)

Sudutkota.id – Dinas Sosial Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Pilar-Pilar Sosial sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana di Aula Dinas Sosial, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan sosial agar semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Jombang.

Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri atas anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan penanganan kebencanaan di tingkat daerah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengatakan peningkatan kompetensi pilar sosial menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Tagana dan TKSK merupakan mitra strategis pemerintah yang berada di garis depan pelayanan sosial saat terjadi bencana. Karena itu, kemampuan, koordinasi, dan kesiapsiagaan mereka harus terus ditingkatkan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” ujar Agung Hariadi.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu investasi penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pilar sosial semakin siap menjalankan tugas mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, pelayanan kepada warga terdampak bencana akan semakin optimal,” katanya.

Lebih lanjut mantan Kadis Perkim Jombang ini mengatakan bahwa dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi penting, mulai dari kebijakan penanggulangan bencana, peran strategis pilar sosial dalam penanganan bencana, hingga penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan sosial.

Selain itu, sambung Agung peserta dibekali pemahaman mengenai tugas dan fungsi masing-masing pada setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari fase prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

“Materi juga mencakup asesmen kebutuhan korban, distribusi bantuan sosial, layanan dukungan psikososial, serta perlindungan terhadap kelompok rentan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. “Sinergi antara pemerintah daerah, relawan sosial, masyarakat, BPBD, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana,” pungkasnya.

Perlu diketahui, selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti seluruh sesi secara aktif. Diskusi dan berbagi pengalaman antarpeserta turut memperkuat koordinasi dan jejaring kerja antara Tagana, TKSK, Dinas Sosial, BPBD, serta unsur terkait lainnya.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kebijakan penanggulangan bencana, penguatan koordinasi lintas sektor, serta tumbuhnya komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kabupaten Jombang.

Dinas Sosial Kabupaten Jombang berharap pelatihan ini mampu meningkatkan profesionalisme Tagana dan TKSK sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat ketika terjadi bencana.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam memperkuat kapasitas relawan sosial sebagai mitra strategis pemerintah guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *