Daerah

Jalan Talangsuko–Kidangbang Tuntas 100 Persen, Pemkab Malang Perkuat Konektivitas Empat Desa dan Buka Akses Ekonomi Warga

16
×

Jalan Talangsuko–Kidangbang Tuntas 100 Persen, Pemkab Malang Perkuat Konektivitas Empat Desa dan Buka Akses Ekonomi Warga

Share this article
Jalan Talangsuko–Kidangbang Tuntas 100 Persen, Pemkab Malang Perkuat Konektivitas Empat Desa dan Buka Akses Ekonomi Warga
Ruas Jalan Talangsuko–Kidangbang di Kabupaten Malang yang telah selesai ditingkatkan melalui pelebaran beton, rehabilitasi aspal AC-WC, dan pembangunan beton penuh.(foto:sudutkota.id/dok. DPUBM)

Sudutkota.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Salah satunya melalui penyelesaian proyek peningkatan ruas jalan Talangsuko–Kidangbang yang melintasi Kecamatan Turen dan Kecamatan Wajak. Proyek yang dikerjakan oleh Bidang Peningkatan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang tersebut telah rampung dengan progres 100 persen pada Mei 2026.

Kepala Bidang Peningkatan Jalan DPUBM Kabupaten Malang, Anita Aulia Sari, M.T., menjelaskan bahwa ruas Talangsuko–Kidangbang merupakan jalan kabupaten dengan status K1 yang memiliki fungsi strategis sebagai jalur penghubung empat desa, yakni Desa Talangsuko dan Desa Tumpukrenteng di Kecamatan Turen, serta Desa Sukolilo dan Desa Sukoanyar di Kecamatan Wajak.

“Ruas jalan Talangsuko–Kidangbang memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat. Setelah pekerjaan selesai 100 persen, jalan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan,” ujar Anita, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan peningkatan, kondisi ruas jalan terbagi menjadi tiga segmen dengan karakteristik yang berbeda. Segmen pertama masih berupa jalan beraspal yang memerlukan pelebaran untuk meningkatkan kapasitas kendaraan.

Segmen kedua merupakan jalan beraspal namun mengalami kerusakan yang cukup signifikan sehingga membutuhkan rehabilitasi. Sementara segmen ketiga masih berupa jalan tanah yang selama bertahun-tahun menjadi kendala bagi masyarakat, khususnya saat musim hujan karena licin dan sulit dilalui kendaraan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPUBM melakukan penanganan berbeda di setiap segmen sesuai kondisi lapangan. Pada segmen pertama yang berada di Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, dilakukan pelebaran menggunakan konstruksi beton di sisi kanan dan kiri jalan masing-masing selebar satu meter dengan panjang pekerjaan mencapai 243 meter.

Selanjutnya pada segmen kedua yang berada di wilayah Desa Sukolilo, dilakukan perbaikan menggunakan lapisan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sepanjang 188 meter dengan lebar tiga meter guna mengembalikan kualitas permukaan jalan agar lebih aman dan nyaman dilalui pengguna jalan.

Sementara pada segmen ketiga di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, jalan tanah dibangun menggunakan konstruksi beton penuh (full rigid pavement) sepanjang 162 meter dengan lebar 3,2 meter. Penanganan ini diharapkan mampu memberikan daya tahan lebih lama terhadap beban kendaraan serta mengurangi kerusakan akibat perubahan cuaca.

Menurut Anita, pembangunan ruas Talangsuko–Kidangbang bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, namun juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Malang dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas sosial masyarakat, hingga mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama warga di kawasan tersebut.

“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, biaya transportasi masyarakat dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan aktivitas ekonomi antarwilayah diharapkan semakin meningkat. Jalan ini menjadi penghubung penting bagi empat desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Rampungnya proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak bahkan masih berupa tanah di beberapa titik kerap dikeluhkan warga karena membahayakan, terutama ketika hujan turun dan permukaan jalan berubah menjadi licin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *