Daerah

Dishub Kota Malang Imbau Warga Antisipasi Penutupan Jembatan Sonokembang Mulai 9 Juli

6
×

Dishub Kota Malang Imbau Warga Antisipasi Penutupan Jembatan Sonokembang Mulai 9 Juli

Share this article
Dishub Kota Malang Imbau Warga Antisipasi Penutupan Jembatan Sonokembang Mulai 9 Juli
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Wijaya Saleh Putra, memberikan keterangan kepada Sudutkota.id terkait rekayasa lalu lintas dan penutupan sementara Jembatan Sonokembang pada 9–16 Juli 2026 sebagai bagian dari tahap akhir penyelesaian pembangunan jembatan permanen.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idDinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengimbau masyarakat mulai mengantisipasi penutupan sementara Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, yang akan diberlakukan pada 9–16 Juli 2026.

Penutupan total tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan akhir pembangunan jembatan permanen, yakni pembongkaran Jembatan Bailey yang selama ini menjadi akses sementara bagi masyarakat.

Kepala Dishub Kota Malang, Wijaya Saleh Putra, menegaskan penutupan tidak bisa dihindari karena merupakan konsekuensi teknis untuk menuntaskan proyek pembangunan Jembatan Sonokembang. Selama proses pembongkaran berlangsung, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak diperkenankan melintas demi menjaga keselamatan pekerja dan pengguna jalan.

“Ini merupakan konsekuensi dari penyelesaian pembangunan Jembatan Sonokembang. Jembatan Bailey harus dibongkar sehingga akses di lokasi ditutup sementara sampai seluruh pekerjaan selesai,” ujar Wijaya saat diwawancarai Sudutkota.id, Selasa (7/7/2026).

Mengantisipasi dampak penutupan, Dishub Kota Malang bersama DPUPRPKP dan Polresta Malang Kota telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Mulai sebelum penutupan diberlakukan, papan informasi dan banner akan dipasang di sejumlah titik dari arah utara maupun selatan sebagai penunjuk jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat.

Selain memasang rambu-rambu, Dishub juga menerjunkan personel di sejumlah simpang strategis untuk memberikan informasi langsung kepada pengguna jalan sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan kendaraan.

Wijaya mengungkapkan pihaknya secara khusus mengimbau pengendara roda empat agar tidak memaksakan melintasi jalan lingkungan di kawasan Sulfat. Jalan tersebut memiliki kapasitas terbatas sehingga dikhawatirkan tidak mampu menampung lonjakan kendaraan selama penutupan Jembatan Sonokembang berlangsung.

“Kami mengharapkan masyarakat memilih jalur alternatif yang sudah disiapkan. Jangan memaksakan masuk ke jalan-jalan lingkungan karena justru berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan permukiman,” katanya.

Menurut Wijaya, rekayasa lalu lintas akan dievaluasi setiap hari selama masa penutupan. Apabila terjadi kepadatan di titik tertentu, petugas akan melakukan pengaturan secara situasional agar arus kendaraan tetap lancar.

Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa penutupan sementara ini merupakan bagian dari penyelesaian proyek infrastruktur yang nantinya akan memberikan manfaat lebih besar. Setelah Jembatan Bailey dibongkar, Jembatan Sonokembang yang baru akan memiliki struktur lebih kokoh, kapasitas lebih besar, serta dilengkapi fasilitas yang lebih aman bagi pengguna jalan.

“Kami mohon masyarakat memaklumi apabila selama proses ini waktu perjalanan menjadi lebih lama. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan Jembatan Sonokembang segera bisa dimanfaatkan kembali dengan kondisi yang jauh lebih baik,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *