Peristiwa

Diduga Berbelok Tanpa Memastikan Kondisi Aman, Pengendara Viar Tabrak Honda Supra di Pakis

19
×

Diduga Berbelok Tanpa Memastikan Kondisi Aman, Pengendara Viar Tabrak Honda Supra di Pakis

Share this article
Diduga Berbelok Tanpa Memastikan Kondisi Aman, Pengendara Viar Tabrak Honda Supra di Pakis
Petugas Satlantas Polres Malang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang pengendara mengalami luka berat terjadi di Jalan Raya Desa Mangliawan, RT 02 RW 02, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Insiden tabrakan depan antara sepeda motor Viar dan Honda Supra itu diduga dipicu kelalaian pengendara saat berbelok tanpa memastikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan dalam keadaan aman.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menjelaskan kecelakaan terjadi pada, Rabu (1/7/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Namun laporan resmi baru diterima dan ditindaklanjuti pada, Kamis (2/7/2026) oleh Unit Gakkum Singosari Satlantas Polres Malang.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan awal, kecelakaan merupakan tabrakan depan yang diduga dipicu kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor Viar saat berpindah arah ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Supra sehingga benturan tidak dapat dihindari,” ujar AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Kamis (2/7/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, pengendara sepeda motor Viar N-6406-ACL diketahui berbaka Yudi Agung Pratama (29), warga Jalan Buring Dalam, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Saat kejadian, Yudi melaju dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, ia berusaha berbelok ke kanan menuju arah barat.

Namun, di saat bersamaan dari arah selatan menuju utara melaju sepeda motor Honda Supra N-4413-BI yang dikendarai Hera Mohamad Helmi (54), warga Jalan Bendungan Sutami, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Karena jarak kedua kendaraan sudah sangat dekat, tabrakan depan pun tidak dapat dihindari.

Benturan keras mengakibatkan pengendara Honda Supra terpental dan mengalami luka berat berupa patah tulang pada tangan kanan serta kaki kanan. Korban kemudian dievakuasi petugas menuju Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Sementara itu, pengendara sepeda motor Viar tidak dilaporkan mengalami luka serius.

AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan hasil penyelidikan sementara menyimpulkan faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan. Petugas tidak menemukan adanya pengaruh dari kondisi kendaraan, cuaca, jalan maupun faktor alam.

“Dari hasil penyelidikan sementara, faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan. Pengendara Viar diduga kurang berhati-hati ketika berbelok sehingga mengambil jalur kendaraan dari arah berlawanan. Untuk faktor kendaraan, kondisi jalan, cuaca maupun alam tidak ditemukan sebagai penyebab kecelakaan,” tegasnya.

Usai menerima laporan, Unit Gakkum Singosari Satlantas Polres Malang langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas melakukan serangkaian tindakan mulai dari mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mendokumentasikan kondisi lokasi serta barang bukti, mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi, mengevakuasi kendaraan yang terlibat, hingga meminta visum terhadap korban sebagai bagian dari proses penyidikan.

Dua orang saksi juga telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses penyelidikan terkait kronologi maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi memastikan penanganan perkara masih terus berlangsung dan seluruh alat bukti akan dianalisis untuk menentukan proses hukum lebih lanjut.

Kasatlantas Polres Malang kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara. Menurutnya, setiap pengendara wajib memastikan situasi lalu lintas benar-benar aman sebelum berbelok, berpindah jalur maupun memotong arus kendaraan.

“Keselamatan berlalu lintas diawali dari kedisiplinan setiap pengguna jalan. Jangan memaksakan berbelok apabila kondisi belum benar-benar aman,” pungkas AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *