Daerah

Kalaksa: Kunjungan Tenpina BPBD Jatim Melonjak 145,6 Persen pada 2025

15
×

Kalaksa: Kunjungan Tenpina BPBD Jatim Melonjak 145,6 Persen pada 2025

Share this article
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto memaparkan strategi pengurangan risiko bencana kepada peserta PKN II Angkatan II di Kampus BPSDM Jawa Timur, Surabaya. (Foto: Humas BPBD Jatim)

Sudutkota.id – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, membagikan pengalaman kepemimpinan dan strategi pengurangan risiko bencana kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan II di Kampus BPSDM Jawa Timur, Surabaya, Selasa (30/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengungkap lonjakan signifikan jumlah pengunjung Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto memaparkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan tingkat ancaman bencana yang tinggi. Potensi bencana tersebut meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami hingga likuifaksi.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS), gunung api aktif, serta sesar gempa aktif yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Untuk menekan risiko bencana, BPBD Jatim memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur pentahelix melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Langkah yang dilakukan antara lain sosialisasi kebencanaan, penguatan mitigasi, penyediaan peralatan deteksi dini, serta pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana.

Pendekatan tersebut diterapkan berbasis komunitas melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana), Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah dan pesantren, serta edukasi kebencanaan melalui Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) yang berada di lingkungan Kantor BPBD Jatim.

Dalam paparannya, Gatot mengungkapkan bahwa animo masyarakat mengikuti pembelajaran di Tenpina terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Pada 2021, jumlah pengunjung Tenpina tercatat sebanyak 140 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 1.493 orang pada 2022, kemudian 3.823 orang pada 2023, dan 4.741 orang pada 2024.

Sementara itu, sepanjang 2025 jumlah kunjungan melonjak menjadi 11.647 orang atau meningkat 145,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kegiatan berbagi pengalaman tersebut diikuti peserta PKN II Angkatan II yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain Kalaksa BPBD Jatim, peserta juga memperoleh materi dari Ketua Pusat Penelitian MKPI ITS Surabaya, Hepi Hapsari H., ST, M.Sc., Ph.D.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *