Daerah

Sterilisasi dan Vaksinasi Jadi Kunci Kesehatan Anabul, Pemkot Malang Ajak Warga Lebih Peduli

18
×

Sterilisasi dan Vaksinasi Jadi Kunci Kesehatan Anabul, Pemkot Malang Ajak Warga Lebih Peduli

Share this article
Sterilisasi dan Vaksinasi Jadi Kunci Kesehatan Anabul, Pemkot Malang Ajak Warga Lebih Peduli
Ilustrasi seekor kucing peliharaan menjalani pemeriksaan dan vaksinasi oleh dokter hewan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anabul melalui program sterilisasi dan vaksinasi rutin.(ilustrasi/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan melalui program sterilisasi dan vaksinasi.

Langkah ini dinilai tidak hanya efektif mengendalikan populasi kucing, tetapi juga menjadi upaya penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah berbagai penyakit berbahaya yang mengancam hewan kesayangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menegaskan bahwa sterilisasi merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan tanggung jawab pemilik terhadap hewan peliharaannya. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap sterilisasi hanya bertujuan mencegah kehamilan, padahal manfaat kesehatan yang diperoleh jauh lebih besar.

“Sterilisasi adalah bentuk kasih sayang untuk anabul. Prosedur ini tidak hanya ampuh mengendalikan populasi agar tidak meledak tetapi juga menjadi tameng kesehatan yang melindungi mereka dari risiko penyakit mematikan seperti kanker dan infeksi rahim,” ujar dr. Husnul, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, pada kucing betina tindakan sterilisasi dapat menurunkan risiko infeksi rahim atau pyometra, kanker ovarium, hingga kanker kelenjar susu. Sementara pada kucing jantan, sterilisasi membantu mengurangi gangguan pada organ reproduksi serta berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan hormon reproduksi.

Selain manfaat medis, sterilisasi juga memberikan dampak positif terhadap perilaku kucing. Dorongan seksual yang berkurang membuat hewan menjadi lebih tenang dan tidak mudah stres ketika memasuki musim kawin.

Menurut dr. Husnul, kucing yang telah disteril umumnya lebih jarang keluyuran mencari pasangan, mengurangi risiko terluka akibat perkelahian dengan kucing lain, serta menekan kemungkinan tertular penyakit berbahaya seperti Feline Leukemia Virus (FeLV) dan Feline Immunodeficiency Virus (FIV).

“Selain bikin kucing lebih sehat dan panjang umur, steril juga efektif mengurangi stres musim kawin serta kebiasaan buruk seperti keluyuran, berantem hingga spraying atau kencing sembarangan di dalam rumah,” katanya.

Ia menambahkan, sterilisasi juga membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih nyaman. Pada kucing jantan, tindakan tersebut dapat menekan produksi hormon testosteron yang sering memicu perilaku menandai wilayah dengan urine, mengeong berlebihan, hingga kecenderungan agresif terhadap hewan lain.

Berdasarkan rekomendasi tenaga medis veteriner, sterilisasi umumnya dapat dilakukan ketika kucing berusia minimal enam bulan dengan berat badan sekitar 1,8 hingga 2 kilogram serta dalam kondisi sehat. Sebelum tindakan dilakukan, kucing harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dokter hewan guna memastikan kesiapan fisiknya.

dr. Husnul berharap semakin banyak masyarakat Kota Malang yang memahami manfaat sterilisasi sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi hewan peliharaan. Menurutnya, pengendalian populasi yang dilakukan secara bertanggung jawab juga dapat membantu menekan jumlah kucing terlantar di lingkungan perkotaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Drs. Slamet Husnan, mengatakan bahwa sterilisasi perlu diimbangi dengan vaksinasi rutin untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap hewan peliharaan.

Menurut Slamet Husnan, melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dispangtan Kota Malang secara berkala menggelar program vaksinasi rabies gratis bagi masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesehatan hewan sekaligus mempertahankan Kota Malang sebagai wilayah yang aman dari ancaman rabies.

“Vaksinasi rabies merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Karena itu pemerintah terus berupaya memberikan akses layanan vaksinasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kuota vaksin gratis yang disediakan pemerintah biasanya terbatas. Dalam beberapa kegiatan, jumlah vaksin yang tersedia hanya sekitar 150 dosis sehingga masyarakat perlu aktif memantau informasi resmi dan segera mendaftarkan hewan peliharaannya.

Selain vaksin rabies, Slamet Husnan menjelaskan bahwa kucing juga membutuhkan vaksin dasar lain seperti F3 dan F4 yang berfungsi melindungi dari penyakit Panleukopenia, Calicivirus, Rhinotracheitis, dan Chlamydia. Untuk layanan tersebut, pemilik hewan dapat mengakses klinik hewan maupun dokter hewan praktik mandiri.

Ia juga mengingatkan bahwa vaksin hanya boleh diberikan kepada kucing yang sehat, tidak sedang demam maupun diare, serta telah berusia minimal dua bulan untuk vaksin pertama. Pemeriksaan kesehatan sebelum vaksinasi sangat penting untuk memastikan pembentukan antibodi berjalan optimal.

Terkait efek samping, Slamet Husnan menjelaskan bahwa sebagian besar reaksi pascavaksin bersifat ringan dan sementara, seperti lesu, berkurangnya nafsu makan, atau muncul benjolan kecil di area suntikan. Namun apabila kucing mengalami muntah terus-menerus, gatal berat, pembengkakan tidak normal, maupun kesulitan bernapas, pemilik diminta segera membawa hewan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan.

Melalui edukasi sterilisasi dan vaksinasi yang terus digencarkan, Pemerintah Kota Malang berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan semakin meningkat. Langkah tersebut tidak hanya menciptakan anabul yang sehat, nyaman, dan berumur panjang, tetapi juga membantu menjaga kesehatan lingkungan serta mencegah munculnya penyakit yang berpotensi mengancam masyarakat.

“Yuk, jadi cat owner yang bertanggung jawab dan segera jadwalkan sterilisasi serta vaksinasi anabul kesayanganmu ke dokter hewan, yo Rek,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *