Daerah

Meski Kebutuhan Layanan Meningkat, Pemkot Malang Belum Anggarkan Ambulans Baru

31
×

Meski Kebutuhan Layanan Meningkat, Pemkot Malang Belum Anggarkan Ambulans Baru

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, saat mengunjungi layanan ambulans 119 yang sedang menangani pasien yang pingsan di lapangan. (Foto: Sudutkota.id/Agus Demit)

Sudutkota.id – Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kegawatdaruratan dan mobilitas pelayanan kesehatan di masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan belum akan menambah armada ambulans baru dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menegaskan kebijakan tersebut diambil seiring dengan penerapan efisiensi anggaran yang masih menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan belanja daerah, termasuk sektor kesehatan.

“Penambahan tahun ini kemungkinan belum ada, karena terkait efisiensi anggaran,” ujar dr. Husnul Muarif, Senin (15/6).

Menurutnya, secara operasional saat ini Kota Malang masih memiliki kekuatan armada ambulans yang dinilai cukup untuk menopang layanan kesehatan, meski diakui kebutuhan di lapangan terus mengalami peningkatan, terutama saat terjadi lonjakan aktivitas masyarakat maupun event berskala besar.

Dinkes mencatat, setiap puskesmas di Kota Malang rata-rata memiliki minimal dua unit ambulans transport. Dengan total sekitar 16 puskesmas, maka terdapat kurang lebih 32 ambulans yang aktif digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.

Armada tersebut tidak hanya digunakan untuk layanan rujukan pasien, tetapi juga untuk kegiatan rutin seperti pelayanan Posyandu, kunjungan kesehatan lapangan, hingga kegiatan promotif dan preventif lainnya di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Namun di sisi lain, beban layanan ambulans disebut semakin meningkat, terutama ketika Kota Malang menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar seperti kejuaraan olahraga, agenda pemerintahan, hingga event nasional yang melibatkan ribuan peserta dan penonton.

Dalam kondisi tersebut, kebutuhan ambulans tambahan sering kali harus diantisipasi dengan memaksimalkan armada yang ada dari puskesmas.

“Untuk event-event seperti kejuaraan nasional dan kegiatan besar lainnya, kebutuhan ambulans biasanya dipenuhi dari puskesmas yang ada,” jelasnya.

Selain puskesmas, Pemkot Malang juga masih memiliki dukungan dari RSUD Kota Malang yang mengoperasikan ambulans transport, ambulans gawat darurat, serta mobil jenazah. Armada rumah sakit ini menjadi bagian penting dalam sistem rujukan dan penanganan kegawatdaruratan.

Di luar fasilitas pemerintah, kekuatan layanan ambulans di Kota Malang juga ditopang oleh komunitas relawan. Tercatat hampir 60 unit ambulans relawan aktif yang selama ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui layanan kegawatdaruratan 119.

Meski demikian, ketergantungan pada armada eksisting dan relawan ini menimbulkan catatan tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan layanan cepat tanggap di lapangan. Sejumlah pihak menilai, tanpa penambahan armada baru, risiko keterbatasan layanan bisa muncul pada kondisi darurat berskala besar atau saat terjadi lonjakan kasus.

Namun hingga saat ini, Dinkes menegaskan belum ada rencana pengadaan ambulans roda empat baru, baik untuk puskesmas maupun unit layanan lainnya.

“Untuk tahun ini maupun tahun depan, kami belum menganggarkan pengadaan ambulans karena masih menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran,” tegas Husnul.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Malang saat ini lebih memilih fokus pada optimalisasi armada yang sudah ada, sembari memperkuat koordinasi dengan jaringan relawan untuk memastikan layanan kegawatdaruratan tetap berjalan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *